🕺 Peluang Usaha Batik Pekalongan

PemerintahKota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) memberikan fasilitasi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Fasilitasi tersebut berupa bantuan 20 buah gerobak yang diberikan kepada pelaku UMKM. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Walikota Pekalongan,HM Saelany Machfudz didampingi Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kondisi ekonomi pasar batik di pekalonganMungkin banyak terlintas di pikiran banyak orang kalau di kala pandemi ini maka setiap usaha apapun atau pekerjaan apapun pasti akan berkurang pendapatannya, namun berbeda lagi dengan para penjual di pasar batik pekalongan ini, mereka justru sekarang mendapatkan pendapatan yang meningkat meskipun tetap pada awal masa pandemi mereka mengalami penurunan yang drastis hingga banyak pabrik batik yang di tutup, namun kini para penjual baju batik di pasar batik pekalongan mengalami kenaikan yang ibu Rokhayanah narasumber yang saya wawancarai secara pribadi, beliau mengatakan jika sekarang masyarakat lebih condong untuk membeli pakaian yang santai untuk di pakai di rumah karena di kala pandemi ini jarang orang yang melakukan perjalanan jauh sehingga banyak orang yang lebih condong untuk membeli pakaian yang bisa di pakai di rumah saja contohnya seperti daster, rok, celana pendek, para produsen baju batik yang bernuansa santai untuk di pakai di rumah kini melunjak drastis pendapatannya, meskipun sedang dalam kondisi pandemi namun bagaimanapun baju adalah tetap merupakan kebutuhan primer yang juga harus di penuhi, sehingga tetap banyak orang yang meminati baju batik hanya saja beralih ke aliran baju yang lebih santai. Bagaimana nasib produsen batik berkelas?Kini banyak produsen batik berkelas seperti batik tulis, batik yang biasanya kebanyakan konsumennya adalah konglomerat seperti DPR, pengusaha, kini banting setir mengikuti memproduksi batik cap, batik sablon, yang kelasnya lebih bisa untuk di beli siapapun orangnya dan juga lebih fleksibel untuk siapapun, sehingga sekarang mereka tetap mendapatkan penghasilan meskipun berputar arah demi mengikuti kebutuhan pasar yang sedang laris sekarang. Bagaimana keadaan di awal pandemi?Di awal pandemi saya sempat bertanya kepada salah satu pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan kota pekalongan, dia bercerita kalau awalnya dia adalah seorang tenaga kerja di sebuah pabrik ba6tik yang besar di pekalongan yang dimana penjualannya sudah mencapai luar negri, namun ia terpaksa di PHK karena pandemi dimana perusahaan tidak memiliki pemasukan namun pengeluaran tetap sebesar ketika tidak dalam masa memang keadaan di kala itu, namun sekarang perusahaan batik di pekalongan kembali berjaya karena banyak orang yang mencari pakaian untuk bersantai, pasar batik yang dikala awal pandemi sangat sepi dimana tidak ada penjual dan pembeli sekarang kembali ramainya pasar batik di pekalongan ini benar-benar mempengaruhi ekonomi masyarakat pekalongan, karena masyarakat pekalongan memang sudah dari nenek moyang mereka memiliki tradisi dan kekreatifan dalam membuat batik sehingga kebanyakn orang pekalongan adalah produsen dan tenaga kerja dalam sebuah usaha batik, kini kondisi perekonomian di kabupaten pekalongan sedang meningkat dengan satu pasar batik tradisional yang besar di pekalongan adalah pasar batik patiunus, adalah pasar yang sempat terkena dampak ekonomi yang di sebabkan oleh pandemi, ada pula pasar batik modern yang sudah menjual banyak batik hingga tingkat internasional yaitu IBC International Batik Center yang terletak di pekalongan, pasar modern sebesar itu pun sempat terdampak krisis ekonomi di kala awal pandemi, pasar itu dikenal sering di datangi oleh masyarakat luar daerah hingga masyarakat mancanegara hanya untuk mencari batik yang sudah menjadi ikon pakaian di indonesia, namun pada awal pandemi mereka sempat mengalami penurunan pendapatan hingga banyak pula tenaga kerja yang bekerja di situ terkena online membantu pengusaha batik. sumber foto dokumentasi pribadi Untungnya di kala pandemi ini sudah ada penjualan secara online sehingga benar-benar membantu para penjual dan para produsen batik di pekalongan, mereka bisa membuat pasar mereka lebih luas lagi, tidak hanya di pekalongan dan sekitarnya namun mereka juga bisa mengirim barang kemanapun sesuai pesanan, juga dalam proses jual beli tak perlu untuk bertemu dan bertatap muka secara langsung sehingga benar-benar sesuai protokol kesehatan di kala secara online ketika pandemi meningkat drastis dan hingga sudah menjadi kebiasaan hingga sekarang, sekarang para penjual dan produsen batik tidak hanya memasarkan barang mereka secara langsung namun banyak pula yang berdagang lewat online, tidak sedikit juga sekarang orang yang saling bersaing dalam penjualan online pula, saling bertarung harga dengan menjual barang dengan harga yang murah, hingga barang dengan kualitas baik namun dengan harga yang murah, sehingga persaingan yang bisanya terjadi di dalam perdagangan tatap muka seperti itu kini juga terjadi pula persaingan di dalam perdagangan online. Karena perdagangan online ini pula ekonomi masyarakat pekalongan ikut terbangun kembali, yang awalnya terpuruk kini bersemangat kembali, perdagangan online ini pula yang menjadi alasan di buka nya kembali pasar batik tradisional dan juga penjualan secara langsung atau tatap muka, karena kebanyakan masyarakat pekalongan sendiri terutama dengan usia di atas 40 tahun banyak yang tidak terlalu memahami teknologi dengan baik sehingga orang-orang juga membuka pasar batik tradisional kembali karena di rasa permintaan pedagang yang awalnya hanya laris secara tatap muka saja kini dagangan mereka laris pula dalam perdagangan online, yang awalnya orang tidak tau caranya untuk berdagang dengan teknologi kini menjadi mengerti dan juga pasar mereka pun semakin luas karena perdagangan online ssangat jauh jangkauannya di samping itu juga nasib penjualan hingga ke mancanegara dikala pandemi?Dikala pandemi penjualan hingga lintas negara menjadi menurun drastis, bahkan berdampak hingga sekarang, dikarenakan masyarakat mancanegara hanya tertarik pada batik kualitas tinggi seperti batik tulis, apalagi batik tulis dengan motif yang belum pernah di buat orang sehingga jarang di pasaran, dan karena para produsen batik kelas tinggi mulai berpindah jalur sehingga banyak konsumen luar negri yang tidak lagi memesan batik dikarenakan kecewa dengan kualitas yang di jual sekarang. 1 2 Lihat Money Selengkapnya Mumpungmasih hangat, tak ada salahnya bila turut menbidik peluang usaha di media online. Kita bisa membuat toko online yang menjual beraneka macam barang seperti batik sarimbit, batik khas Pekalongan, kaos distro, sepatu bola, kebaya, jilbab, mukena dan lain sebagainya. Selain toko online bisa juga membangun sebuah web atau blog dengan
Rencany Indra Martani dan Merry Putrian, pendiri jenama lokal Lalua. Foto Daniel Ngantung/detikcom Jakarta - Terlepas dari berbagai macam masalah yang ditimbulkan, pandemi COVID-19 membuka peluang usaha baru yang menjanjikan. Jenama mode lokal Lalua justru lahir di tengah kemelut wabah bermula saat salah seorang pendiri Lalua, Merry Putrian, berkunjung ke Pekalongan, Jawa Tengah, pada medio 2020, beberapa bulan setelah virus Corona mulai merebak di itu, ia sempat berkunjung ke sebuah rumah batik milik temannya yang sudah tidak beroperasi lagi karena terdampak pandemi. Akibatnya, banyak perajin dirumahkan sehingga mereka kehilangan sumber mata pencaharian. Padahal, karya mereka sudah diekspor sampai ke Jepang dan Amerika Serikat. Di sana, Merry juga melihat banyak kain batik cap yang terbengkalai. "Bisa dibilang kayak melihat harta warisan budaya yang cuma didiami di gudang. Semuanya batik cap," kata Merry saat berbincang dengan Wolipop baru-baru dengan situasi itu, Merry terpikirkan untuk membuat sebuah usaha baru berupa fashion brand yang melibatkan para perajin tersebut sehingga mereka bisa memeroleh pemasukan lantas menceritakan ide tersebut ke teman-temannya dan mengajak mereka untuk bergabung. Rencany Indra Martani, sahabatnya sejak remaja, yang paling antusias dengan ajakan Merry. Mereka pun sepakat untuk berbisnis itu, bolak-balik Jakarta-Pekalongan menjadi santapan mereka sehari-hari. Selain batik cap, mereka juga mencari perajin yang bisa membuat batik lain."Awalnya kami memakai batik cap, lalu kami juga mencoba hand-screen. Kalau digital printing pakai mesin, kain batik hand-screen seperti dicetak manual," kata Rencany yang sebelumnya punya pengalaman bisnis busana perajin batik bukanlah hal yang mudah. Rencany mengatakan banyak di antara mereka yang sudah punya standarisasi tersendiri sehingga sulit menerima desain motif yang Cahaya Lalua. Foto Dok. LalluaBahan baku juga menjadi tantangan tersendiri. Sulit mendapatkan kain dengan warna yang diinginkan karena warna batik sangat bergantung pada alam. Warna bisa berubah saat proses penjemuran bergantung terangnya cahaya nama, mereka memilih Lalua dari kata 'alaula'. Dalam bahasa Hawaii, 'alaula' bermakna sinar matahari pagi. Filosofinya, terang Merry, Lalua dapat menjadi terang di tengah situasi yang penuh tantangan seperti saat pertama mereka adalah koleksi loungewear berpotongan clean yang hadir dalam motif cap bambu. Diproduksi sebanyak 300 potong, pakaian yang dijual dari harga Rp itu laris manis lewat promosi dari mulut ke kesuksesan tersebut, Merry dan Rencany meluncurkan koleksi busana Lebaran pada 2021. Konsepnya lebih matang karena Lalua menggandeng konsultan fashion Indonesia, The Bespoke Fashion Cahaya dari Lalua. Foto Dok. Lallua"Kami sadar kami bukan fashion designer, pengetahuan bisnis juga masih cetek. Oleh karena itu, kami minta bantuan TBF. Kami belajar dan duduk bareng mematangkan desain dan motif untuk koleksi Cahaya," kata Cahaya terdiri dari pilihan busana bermotif kontemporer yang dibuat dengan teknik batik cap dalam varian warna biru indigo, merah dan jingga kecoklatan. Pakaian yang ditawarkan hadir dalam potongan tunik, outer, long-vest, shirt-dress dan celana palazzo untuk wanita. Lalua juga menyertakan kemeja untuk mengakomodasi konsumen bersambut, koleksi Cahaya mendapat sambutan positif dari konsumen. Saking tingginya permintaan, Lalua harus memproduksi ulang. Setelah koleksi Cahaya, sempat hadir koleksi yang berbeda dengan pilihan warna yang lebih kata Merry, konsumen terlanjur mendefinisikan koleksi Cahaya sebagai ciri khas Lalua sehingga permintaannya tak pernah habis. "Penggunaan pewarnaan alami dan teknik printing yang natural serta pemberdayaan para perajin batik di pesisir utara Jawa selama pandemi ini menjadi bagian penting dalam proses mewujudkan koleksi Cahaya serta menjadi identitas kuat dari Lalua," ungkap ibu dua anak itu tentang kekuatan koleksi ini, Lalua sedang menyiapkan koleksi terbaru untuk Lebaran 2022. Tentu saja, koleksinya lebih kurang seperti Cahaya tapi dengan twist yang Indra Martani dan Merry Putrian. Foto Daniel Ngantung/detikcom Simak Video "Wanita Indonesia Ini Konsisten Kenalkan Batik ke Dunia" [GambasVideo 20detik] dtg/dtg
Sepertibatik Solo serta Pekalongan yg memiliki ciri khas, batik Cilacap lalu mempunyai pilihan warna classic sebagai ciri khas batik catat Maos yaitu coklat, hitam serta putih dan warna - warna yg berani, yakni biru, hijau, atau kuning. 5 Peluang Usaha Sampingan Anak Sekolah Menengan Atas Sangat Menjanjikan Untung Besar. Posted on 07/12 ArticlePDF AvailableAbstractdiv> Currently, Pekalongan City is known as the city of batik. The recognition is both at national and international levels whereas Pekalongan has been acknowledged as a world creative city based on the art and culture of batik. Batik is an essential commodity in Indonesian creative industries and has been the major commodity of Pekalongan. Batik industry is also capable of creating an inter-business association like the canting making business and fabric dyes business. As a city of batik, Pekalongan is prepared as a tourist destination through the availability of Batik Museum and two centers of batik craftsmen. The attraction has been increasing because tourists do not only see the process but can practice on how to make batik along with the batik craftsmen and interact with the related tools and materials, and this is known as creative tourism. The impact of the creative tourism can become one of the efforts to the local economic development of Pekalongan because it has been able to make linkages between sectors in tourism and batik industry. ABSTRAK Tulisan ini membahas tentang strategi kota Pekalongan dalam mempromosikan city branding “World’s City of Batik”. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu telaah dokumen, wawancara dan studi pustaka. Hasil dari tulisan ini adalah a menghasilkan pemaparan tentang aset kota yang dimiliki oleh kota Pekalongan, yaitu budaya cultural yang diwakili oleh pariwisata berbasis batik dan kemudahan amenity termasuk fasilitas yang tersedia di kota Pekalongan. Aset kota ini merupakan salah satu penguat branding kota. b strategi branding yang dilakukan pemerintah kota meliputi strategi visual dan strategi promosi. Strategi visual yang dilakukan di antaranya penciptaan identitas visual yang merepresentasikan karakter kota Pekalongan seperti logo, tagline , warna dan tipografi. Identitas visual ini nantinya dikomunikasikan dalam berbagai media promosi seperi merchandise, spanduk, poster, leaflet, dan sebagainya. Strategi promosi yang dilakukan oleh pemerintah kota yaitu dengan mengadakan festival tahunan Pekan Batik, membuat labelisasi batik, landmark , zebracross batik. Selain logo branding , kota Pekalongan secara konsisten menggunakan motif batik khas Pekalongan, yaitu Jlamprang dalam media promosi. Kata kunci City Branding, Pekalongan, Batik. ABSTRACT This paper discusses about the strategy of Pekalongan city in promoting the city branding “World’s City of Batik”. The method used is qualitative descriptive, with data collection techniques namely document review, interviews and literature study. The results of this paper are a an explanation of the city assets owned by Pekalongan city, it is the culture represented by batik-based tourism and convenience amenities including available facilities in Pekalongan. This city asset is one of the city’s branding boosters. b the branding strategy carried out by the city government includes visual and promotion strategies. Visual strategies carried out include the creation of visual identities that represent the character of Pekalongan city such as logos, taglines, colors and typography. This visual identity will be communicated in various promotional media such as merchandise, banners, posters, leaflets, and so on. Promotional strategies carried out by the city govern-ment include an annual Batik Festival, making batik labels, landmarks, and zebra cross batik. In addition to the branding logo, Pekalongan city consistently uses typical batik motifs of Pekalongan, namely Jlamprang in promotional media. Keywords City Branding, Pekalongan, Batik. Pengembangan Ekonomi Lokal PEL bertujuan menciptakan lapangan kerja baru guna merangsang peningkatan kegiatan ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokalnya. Desa Bangowan Kecamatan Jiken memiliki dua potensi lokal yaitu potensi pertanian dan pertambangan. Isu di Desa Bangowan meliputi seberapa besar kegiatan PEL dengan memanfaatkan sumberdaya alam, dalam meningkatkan pendapatan, produktivitas dan kesejahteraan penduduk. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji produktivitas tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat sebagai penambang dan petani dalam upaya pengembangan ekonomi lokal. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang didukung dengan metode kualitatif dengan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan belum tercapainya indikator suksesnya PEL, yaitu tidak ada keberdayaan lembaga usaha mikro dan kecil; pola kemitraan PEL yang kurang sempurna; tidak tersedianya fasilitas bisnis klaster; tidak terjadi multiplier effect dari aktivitas penambangan dan pertanian; tidak adanya upaya untuk pengembangan sumberdaya manusia. Kesimpulan yang bisa didapat adalah karakteristik penambang, produktivitas tenaga kerja penambang, kesejahteraan penambang lebih baik daripada petani, kondisi perekonomian penduduk penambang diketahui meningkat. BisnisBatik Pekalongan Salah satu peluang usaha yang berpotensi bagus adalah usaha batik pekalongan. Batik boleh dibilang ada hampir di sebagian besar wilayah Indonesia. Masing-masing daerah memiliki corak dan pola yang unik. Beberapa daerah yang terkenal sebagai penghasil batik adalah Solo, Yogya dan Pekalongan.

Kami berharap melalui kegiatan ini Kota Pekalongan dapat makin dikenal di kancah internasional dan kerajinan batik diidolakan di luar negeriPekalongan ANTARA - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada rangkaian pameran Pekan Batik 2019 memfasiltasi pertemuan para pelaku usaha batik lokal dengan pembeli dari luar negeri untuk bidang pemasaran batik. Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa kegiatan Batik Buniness Meeting merupakan peluang bagi pengusaha batik lokal untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada para pembeli mancanegara. "Ini menjadi langkah awal bagi para pengusaha untuk memanfaatkan peluang yang ada. Kami berharap melalui kegiatan ini Kota Pekalongan dapat makin dikenal di kancah internasional dan kerajinan batik diidolakan di luar negeri," katanya. Baca juga Pemkot Madiun berupaya kembangkan industri batik khas setempat Sejumlah perwakilan negara yang ikut hadir pada acara pembukaan Pekan Batik 2019 yang dilaksanakan Jumat 4/10 malam, antara lain Sekretaris II Kedutaan Pakistan Jamal Nasir, Duta Besar Fiji Isaac Grace, Komisioner Perdagangan Kedutaan Besar Malaysia Har Man Ahmad, Konselor Perdagangan Kedutaan Kamboja Nuon Phanith, Warwick Pursure asal Mexiko, serta pelaku usaha dari Malaysia Tina Soon. Selain itu, juga turut hadir Sekretaris Direktorat Jendral Dirjen Asia Pasific dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Rossy Verona. Baca juga UMKM Batik Lampung berdayakan kaum disabilitas Sekretaris Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Rossy Verona menilai kegiatan Pekan Batik ini sejalan dengan program Kementerian Luar Negeri dalam upaya membangun kemitraan dan ajang ajang diplomasi batik di Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB. "Kita baru saja memperingati Hari Batik dan melakukan diplomasi batik di PBB. Oleh karena, acara Pekan Batik ini mencerminkan kerja keras perajin batik di Pekalongan untuk memperkenalkan potensi daerah keluar negeri," katanya. Rossy berharap acara Batik Business Meeting akan menghasilkan kerja sama yang baik dengan sejumlah pembeli dari luar negeri. "Kami berharap ada kerja sama yang terbangun dari acara ini. Ada kedutaan besar asing di sini sehingga kami mengajak pelaku batik lokal bisa memanfaatkan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan," katanya. Baca juga Hari Batik Nasional di Lapangan Merah, MoskowPewarta KutnadiEditor Agus Salim COPYRIGHT © ANTARA 2019

  • Засቆр զашыςጂгл с
  • Υбри йи
    • Υцюվխሌ ጮещጭζу ጦклоδሉр ጏ
    • Ξሣ ኼж зεշաрխ νոрուζ
  • Եбዎзвоչጽ оղሂдри ሾኸивреср
  • Икሸйቭχ хኺктакωշут յεгըቺ
    • Սиքιፏочер учуψաмυհըδ аժωбፉщιռе օмιղαбαբэ
    • Щ ቃσዶсрожክ ፂизивреск տиξጊռխг
PeluangUsaha ke 5 di Pekalongan yaitu Jasa Angkut Barang. Jasa Angkut Barang di Pekalongan ialah peluang bisnis yang patut Kamu coba, karena setiap orang di Pekalongan jika pindahan tempat tinggal atau kost pasti membutuhkan jasa ini. Paket usaha daster batik di Pekalongan. Paket usaha daster kekinian di Pekalongan. Paket usaha makanan di ArticlePDF AvailableAbstractPerkembangan pariwisata kreatif berbasis industri batik di Kota Pekalongan dapat dikatakan maju, terutama setelah UNESCO menetapkan Kota Pekalongan sebagai salah satu kota kreatif di dunia pada tahun 2010. Oleh karena itu melalui penelitian ini, diharapkan dapat dilakukan penggalian pembelajaran dari Kota Pekalongan tentang strategi-strateg yang telah dilakukan oleh para pelaku pariwisata kreatif berbasis industry batik. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus kualitatif. Data primer yang dibutuhkan dikumpulkan melalui kegiatan observasi kegiatan pada museum batik dan kampung batik, serta wawancara terhadap pemangku kebijakan, pengelola museum dan pelaku industri batik. Sedangkan data sekunder telah dikumpulkan dari instansi-instansi yang terkait. Penelitian ini menemukan bahwa wisata kreatif berbasis batik ini sangat unik dan memiliki kedudukan yang strategis di Kota Pekalongan yang merupakan saah satu sentra industri batik di Pulau Jawa. Wisata kreatif bukan hanya diversifikasi produk yang akan memberikan nilai tambah bagi pelaku industri namun juga menjadi upaya bagi pelestarian batik dengan adanya kegaiatan aktif untuk memperkenalkan batik terutama bagi generasi muda. Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa pemerintah daerah, pelaku industri batik, dan pelaku wisata kreatif di Pekalongan telah melaksanakan beberapa strategi pengembangan wisata kreatif. Strategi-strategi ini bersifat fisik dan non-fisik dengan skala internasional, nasional, kota, maupun lokal yaitu di sekitar kampung batik. Diharapkan strategi-strategi ini dapat disusun dan dilaksanakan secara berlanjut dan komprehensif sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh dampak positif dari upaya pengembangan wisata kreatif batik khususnya di Kota Pekalongan. Perkembangan pariwisata kreatif berbasis industri batik di Kota Pekalongan dapat dikatakan maju, terutama setelah UNESCO menetapkan Kota Pekalongan sebagai salah satu kota kreatif di dunia pada tahun 2010. Oleh karena itu melalui penelitian ini, diharapkan dapat dilakukan penggalian pembelajaran dari Kota Pekalongan tentang strategi-strateg yang telah dilakukan oleh para pelaku pariwisata kreatif berbasis industry batik. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus kualitatif. Data primer yang dibutuhkan dikumpulkan melalui kegiatan observasi kegiatan pada museum batik dan kampung batik, serta wawancara terhadap pemangku kebijakan, pengelola museum dan pelaku industri batik. Sedangkan data sekunder telah dikumpulkan dari instansi-instansi yang terkait. Penelitian ini menemukan bahwa wisata kreatif berbasis batik ini sangat unik dan memiliki kedudukan yang strategis di Kota Pekalongan yang merupakan saah satu sentra industri batik di Pulau Jawa. Wisata kreatif bukan hanya diversifikasi produk yang akan memberikan nilai tambah bagi pelaku industri namun juga menjadi upaya bagi pelestarian batik dengan adanya kegaiatan aktif untuk memperkenalkan batik terutama bagi generasi muda. Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa pemerintah daerah, pelaku industri batik, dan pelaku wisata kreatif di Pekalongan telah melaksanakan beberapa strategi pengembangan wisata kreatif. Strategi-strategi ini bersifat fisik dan non-fisik dengan skala internasional, nasional, kota, maupun lokal yaitu di sekitar kampung batik. Diharapkan strategi-strategi ini dapat disusun dan dilaksanakan secara berlanjut dan komprehensif sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh dampak positif dari upaya pengembangan wisata kreatif batik khususnya di Kota Pekalongan. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 1 .OPEN ACCESS. STRATEGI KOTA PEKALONGAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA KREATIF BERBASIS INDUSTRI BATIK Maya Damayanti*, Latifah Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang *Email Jurnal Pengembangan Kota 2015 Volume 3 No. 2 100–111 Tersedia online di Abstrak Perkembangan pariwisata kreatif berbasis industri batik di Kota Pekalongan dapat dikatakan maju, terutama setelah UNESCO menetapkan Kota Pekalongan sebagai salah satu kota kreatif di dunia pada tahun 2010. Oleh karena itu melalui penelitian ini, diharapkan dapat dilakukan penggalian pembelajaran dari Kota Pekalongan tentang strategi-strateg yang telah dilakukan oleh para pelaku pariwisata kreatif berbasis industry batik. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus kualitatif. Data primer yang dibutuhkan dikumpulkan melalui kegiatan observasi kegiatan pada museum batik dan kampung batik, serta wawancara terhadap pemangku kebijakan, pengelola museum dan pelaku industri batik. Sedangkan data sekunder telah dikumpulkan dari instansi-instansi yang terkait. Penelitian ini menemukan bahwa wisata kreatif berbasis batik ini sangat unik dan memiliki kedudukan yang strategis di Kota Pekalongan yang merupakan saah satu sentra industri batik di Pulau Jawa. Wisata kreatif bukan hanya diversifikasi produk yang akan memberikan nilai tambah bagi pelaku industri namun juga menjadi upaya bagi pelestarian batik dengan adanya kegaiatan aktif untuk memperkenalkan batik terutama bagi generasi muda. Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa pemerintah daerah, pelaku industri batik, dan pelaku wisata kreatif di Pekalongan telah melaksanakan beberapa strategi pengembangan wisata kreatif. Strategi-strategi ini bersifat fisik dan non-fisik dengan skala internasional, nasional, kota, maupun lokal yaitu di sekitar kampung batik. Diharapkan strategi-strategi ini dapat disusun dan dilaksanakan secara berlanjut dan komprehensif sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh dampak positif dari upaya pengembangan wisata kreatif batik khususnya di Kota Pekalongan. Kata Kunci Pariwisata kreatif, Batik, Strategi pelaku 1. PENDAHULUAN Saat ini sektor pariwisata telah menjadi sektor unggulan bagi perekonomian Indonesia. Sektor pariwisata telah ditetapkan sebagai bisnis unggulan nasional yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi seperti membuka peluang kerja di bidang pariwisata dan membuka peluang usaha hulu-hilir kegiatan pariwisata. Penetapan pariwisata sebagai bisnis unggulan di Indonesia ini sejalan dengan laporan The World Travel and Tourism Council, yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata yang paling bagus jika dibandingkan dengan negara-negara anggota G20 Widadio, 2014. Saat ini sektor pariwisata telah menjadi sektor unggulan bagi perekonomian Indonesia. Sektor pariwisata telah ditetapkan sebagai bisnis unggulan nasional yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi seperti membuka peluang kerja di bidang pariwisata dan membuka peluang usaha hulu-hilir kegiatan pariwisata. Penetapan pariwisata sebagai bisnis unggulan di Indonesia ini sejalan dengan laporan The World Travel and Tourism Council, yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata yang paling bagus jika dibandingkan dengan negara-negara anggota G20 Widadio, 2014. Pengembangan pariwisata secara umum telah mengalami pergeseran. Pergeseran preferensi ISSN 2337-7062 © 2015 This is an open access article under the CC-BY-NC-ND license – lihat halaman depan © 2015 Diterima 19 Juli 2015, disetujui 5 Agustus 2015 M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 101 perjalanan wisata terjadi dari bentuk mass tourism menuju bentuk individual tourism, yaitu kecenderungan untuk meninggalkan produk- produk wisata standar berskala massal menuju produk-produk wisata yang unik, beragam dan bermutu tinggi high value production of unique commodities Weiler dan Hall dalam Nasution dkk, 2005. Perubahan paradigma pariwisata juga disebabkan oleh wisatawan yang membutuhkan untuk dapat lebih interaktif dan berusaha memenuhi pengalaman bukan hanya sekedar menjadi wisatawan yang dilayani oleh industri pariwisata Tan dkk, 2014. Sejalan dengan pergeseran pariwisata, pembangunan ekonomi juga mengalami pergeseran. Pergeseran ekonomi dimulai dari ekonomi pertanian, kemudian beralih menjadi ekonomi industri, dan saat ini mengalami pergeseran ke arah ekonomi informasi dan ekonomi kreatif Departemen Perdagangan Republik Indonesia, 2008. Sejak tahun 1990-an perekonomian dunia mulai bergeser menuju perekonomian yang didukung oleh kreativitas dengan istilah ekonomi kreatif melalui industri kreatif Nugroho & Cahyadin, 2010. Negara-negara maju mulai menyadari bahwa ekonomi tidak lagi dapat mengandalkan pada bidang industri lagi, tetapi mengandalkan kepada sumber daya manusia yang kreatif Departemen Perdagangan Republik Indonesia, 2008. Perkembangan dunia ekonomi dan bisnis saat ini telah mengalami pergeseran paradigma, yaitu dari ekonomi berbasis sumber daya menjadi paradigma ekonomi berbasis pengetahuan dan kreatifitas atau yang kemudian disebut sebagai industri kreatif. Definisi industri kreatif menurut Departemen Perdagangan Republik Indonesia 2008 adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. UNCTAD 2010 mendeskripsikan bahwa industri kreatif terdiri dari warisan budaya seperti pengetahuan dan ekspersi kebudayaan, seni dan media. Produk-produk industri kreatif selalu tampil dengan ciri khas dan bersifat otentik sehingga mampu menciptakan citra sebuah kota dan menarik wisatawan, sehingga melalui peran industri kreatif dapat dikembangkan sebuah pariwisata yang mampu memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi wisatawan. Pencitraan wilayah dengan menggunakan ekonomi kreatif juga terkoneksi dengan berbagai sektor, di antaranya dapat terkoneksi dengan sektor pariwisata sehingga melalui ekonomi kreatif suatu wilayah dapat menjadi daerah tujuan wisata Budiarta & Thamrin, 2013. Kota Pekalongan memiliki industri kreatif yang sudah mampu mempromosikan citra kotanya industri kreatif tersebut adalah industri batik, melalui kerajinan batik, Kota Pekalongan telah ditetapkan menjadi kota kreatif dunia Iglesias, 2014. Berdasarkan hal tersebut maka Kota Pekalongan telah menggabungkan industri batik dengan aktivitas wisata melalui pariwisata kreatif. UNESCO 2006 menjelaskan bahwa pariwisata kreatif adalah sebuah perjalanan yang diarahkan untuk dapat terlibat dan mendapatkan pengalaman, dengan belajar secara partisipatif dalam seni, warisan, atau karakter khusus dari suatu destinasi wisata. Kota Pekalongan telah berupaya untuk dapat mendatangkan wisatawan melalui pengembangan Kampung Batik Pesindon, Kampung Batik Kauman, dan Museum Batik yang selain menjual hasil karya dari industri kreatif batik juga sekaligus memberikan kesempatan belajar membatik bagi wisatawan. Pengadaan Kampung Batik Pesindon, Kampung Batik Kauman, dan Museum Batik dapat menjadi sebuah atraksi wisata yang memiliki keunikan dan nilai kebudayaan yang dapat menjadi sasaran atau tujuan wisata dalam pariwisata kreatif di Kota Pekalongan. Usaha inovatif para pelaku pariwisata kreatif di Pekalongan menarik untuk diteliti. Penggabungan antara pariwisata kreatif dan industry kreatif batik sangat relevan. Wisatawan dapat memperoleh pengalaman unik melalui kegiatan aktif yaitu membatik. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana para pelaku industry pariwisata dan industry batik dapat meningkatkan minat masyarakat baik dari luar maupun dalam Kota Pekalongan untuk menjadi wisatawan kreatif berbasis batik. 2. PARIWISATA KREATIF TINJAUAN PUSTAKA UNESCO 2006 melaporkan bahwa pariwisata kreatif merupakan generasi baru pariwisata. Generasi pertama pariwisata adalah wisata pantai, 102 M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 di mana orang-orang datang ke tempat wisata untuk relaksasi dan rekreasi, yang kedua adalah wisata budaya yang berorientasi pada wisata museum dan budaya. Permintaan terhadap keaslian dalam pariwisata budaya telah mengubah pendekatan dalam upaya pelestarian warisan budaya melalui pariwisata kreatif Ohridska-Olson & Ivanov, 2010. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pariwisata kreatif merupakan pengembangan dari konsep pariwisata budaya sekaligus pelengkap dan penawaran lain dari bentuk mass tourism atau pariwisata masal. Pariwisata kreatif melihat kreativitas kota sebagai sumber daya, dan menyediakan kesempatan baru untuk memenuhi pengembangan kepentingan wisatawan. Pariwisata kreatif dapat meliputi wisatawan yang berlatar belakang bisnis kreatif seperti seniman, desainer, produsen perdagangan, organisasi atau jaringan produk kreatif, pelajar dan masyarakat yang termotivasi oleh adanya transfer pengetahuan ekonomi atau peremajaan perkotaan Kostopoulou, 2013. Pariwisata kreatif harus dikaitkan dengan budaya, atraksi budaya yang khusus dan unik dari masing-masing daerah tujuan wisata, demikian pula dengan produk industri kreatif lokal yang khas dan unik melalui unsur-unsur identitas lokal Kostopoulou, 2013. Pariwisata kreatif memberikan hak kepada wisatawan untuk untuk belajar tentang lingkungan di sekelilingnya dan menerapkan pengetahuan yang didapatkan untuk mengembangkan keterampilan diri Richards & Wilson, 2006. Gambar 1 adalah bentuk model dari pariwisata kreatif menurut Ohridska-Olson & Ivanov, 2010. Dalam model ini, terdapat lima elemen utama dalam pariwisata kreatif yaitu faktor permintaan, faktor penawaran, manfaat nyata dan tidak nyata serta manfaat finansial bagi daerah tujuan wisata Ohridska-Olson & Ivanov, 2010. Berkaitan dengan tujuan penelitian yaitu eksplorasi strategi pengembangan wisata kreatif, maka focus penelitian ini adalah pada faktor penawaran supply. 3. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan studi kasus sebagai pendekatan penelitian. Penelitian studi kasus didefinisikan sebagai strategi penelitian. Melalui pendekatan ini, penelitian ini dapat memperoleh gambaran secara jelas tentang kondisi riil yang terjadi Flyvbjerg, 2006; Yin, 2009. Adapun tujuan dari penelitian studi kasus adanya untuk memahami kompleksitas yang terjadi pada kasus yang diambil dan memahami makna dari situasi atau isu-isu yang terjadi di lapangan Creswell, 2007. Kasus yang diambil dalam penelitian ini adalah Kota Pekalongan dengan pertimbangan bahwa kota ini telah diakui secara internasional sebagai kota kreatif Iglesias, 2014, sehingga diharapkan penelitian ini akan banyak mendapatkan pembelajaran dari Kota Pekalongan. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus kualitatif. Data primer yang dibutuhkan dikumpulkan melalui kegiatan observasi kegiatan pada museum batik dan kampung batik, serta wawancara terhadap pemangku kebijakan, pengelola museum dan pelaku industri batik. Sedangkan data sekunder telah dikumpulkan dari dokumen dari instansi-instansi yang terkait, website Museum Batik, dan website Pokdarwis Kampung Batik Kauman. 4. TEMUAN Karakteristik Pelaku Pariwisata Kreatif di Kota Pekalongan Museum Batik. Museum Batik Kota Pekalongan diresmikan pada tanggal 12 Juli 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Museum ini terletak di Jalan Jetayu Nomor 3 Kota Pekalongan. Museum Batik Kota Pekalongan memiliki motif batik. Koleksi batik yang ada tidak ditampilkan secara sekaligus namun akan dipamerkan secara bergantian setiap empat bulan sekali karena keterbatasan ruangan. Museum ini memiliki tiga ruang pamer, yang menampilkan koleksi batik dari beberapa daerah di pantura atau daerah pesisir, koleksi batik dari berbagai daerah di nusantara dan koleksi bati tokoh nasional. Selain terdapat ruang pamer yang menampilkan koleksi-koleksi batik, museum ini juga dilengkapi dengan ruang audio visual, telecenter, perpustakaan, kedai cinderamata, aula dan ruang workshop. Ruang workshop ini merupakan fasilitas yang terdapat di museum yang digunakan sebagai ruangan untuk melakukan kegiatan belajar membatik dalam tur wisata Museum Batik. Saat tur wisata Museum Batik Pekalongan, pengunjung akan diajak ke tiga ruang pamer dan akan berakhir di ruang workshop. Harga tiket masuk museum adalah Harga tiket ini sudah termasuk fasilitas pelatihan batik dengan menggunakan kain berukuran 15x15 cm. Jika pengunjung menginginkan media membatik yang lebih besar, pengelola museum menyedia kain sesuai dengan ukuran yang diinginkan. M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 103 Gambar 1. Creative tourism business model Ohridska-Olson & Ivanov, 2010 Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Pesindon. Kampung Batik Kauman dan Kampung Wisata Batik Pesindon merupakan sentra kerajinan batik di Pekalongan yang diharapkan menjadi ikon Kota Pekalongan sebagai Kota Batik. Secara sosial, budaya dan ekonomi kemasyarakatan Kampung Batik Kauman dan Pesindon atau Kelurahan Kauman pada khususnya merupaka kelurahan di Kota Pekalongan yang memiliki banyak pengusaha dan perajin batik yang terkenal baik nasional maupun internasional. Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Pesindon merupakan dua desa di Kota Pekalongan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai desa wisata nasional pada tahun 2007. Kampung Batik Kauman merupakan kampung batik pertama di Kota Pekalongan, hal ini dapat diketahui dari banyaknya bangunan-bangunan kuno dan adanyan Masjid Jami’ yang didirikan pada tahun 1852. Kampung Batik Kauman terdapat sekitar 30 usaha batik dan 14 usaha di Kampung Batik Pesindon yang teridiri dari jenis usaha pembuatan kain batik, pakaian batik, tas, sandal, dompet, sprei dan alat pendukung seperti canting dan alat cap kain. Usaha batik di kedua kampung batik ini juga menyediakan showroom yang memberikan ruang bagi wisatawan untuk dapat belajar dan mengekspresikan kreasinya dalam membatik. Seperti halnya di Museum Batik, Kampung Batik Kauman dan Pesindon juga menyediakan paket belajar membatik. Wisata ini akan memperkenalkan peserta tentang sejarah singkat batik, alat – alat yang digunakan untuk membatik, pengenalan proses pembuatan batik, hingga praktek langsung membuat batik dengan didampingi oleh tim ahli yaitu para pengusaha batik dan seniman batik, adapun biaya yang dilakukan dalam paket wisata batik di Kampung Batik berkisar antara Rp. Rp. tergantung pada ukuran kain atau media membatik yang digunakan. Kedudukan dan keunikan seni/budaya, dan kerajinan local yang ditawarkan. Bagi masyarakat Perluasan sasaran pasar inovasi pelestarian kebudayaan keberlanjutan penciptaan lapangan kerja pemasaran brand ekspor Manfaat Pariwisata Kreatif Identitas & keunikan lokal Modal sosial Pelestarian nilai kebudayaan Pelestarian kebudayaan Pertukaran kebudayaan Keragaman budaya lokal Nilai moral dan spiritual Meningkatkan keberhasilan usaha lokal Kemakmuran bagi kebudayaan kreativitas inovasi pelestarian kebudayaan keaslian interaksi pembelajaran kebudayaan perjalanan budaya & wisata Pelaku Industri kreatif Kedudukan dan keunikan seni / budaya, dan kerajinan lokal yang ditawarkan Infrastruktur dan akomodasi penunjang 104 M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 Indonesia, kata batik’ memiliki beberapa makna. Makna yang pertama adalah batik sebagai motif tertentu pada kain. Namun, dalam hal ini motif batik bukan seperti motif kain lainnya, batik juga menggambarkan identitas masyarakat Indonesia. Motif batik merupakan symbol yang dapat menggambarkan harapan bagi yang memakainya, karakteristik daerah dimana batik tersebut dibuat, dan situasi saat pemakai mengenakan batik. Dalam hal ini, batik Pekalongan dapat digolongkan sebagai batik pesisir’ yang memiliki warna dan corak yang lebih cerah dibandingkan motif batik Yogyakarta atau Surakarta yang lebih klasik dalam pewarnaan maupun polanya. Lebih lanjut, motif batik pesisir mencerminkan akulturasi budaya Indonesia dengan budaya asing, karena sebagian kota-kota pesisir tersebut juga merupakan kota pelabuhan dimana pedagang dari berbagai negara masuk ke Pulau Jawa. Gambar 2 memperlihatkan contoh motif-motif Batik Pekalongan. Makna batik yang kedua, adalah batik sebagai keseluruhan proses pembuatan kain dengan teknik tertentu yang tidak sesederhana pembuatan kain lainnya. Secara tradisional, teknik pembuatan batik ada dua Adam, 1934; Amalia, 2010; Sekimoto, 2003. Teknik pertama adalah pembatik akan menggambar pola terlebih dahulu pada kain polos, kemudian akan membubuhkan malam/lilin panas menurut pola yang dibuat, proses ini disebut sebagai nglowong’. Kain batik yang dihasilkan dengan teknik ini selanjutnya disebut sebagai batik tulis’. Pada teknik kedua, malam/lilin panas tidak dilukiskan pada kain, namun dicetak dengan menggunakan alat bantu yaitu cap atau stempel yang telah dibuat pola pada permukaannya. Cap ini biasanya terbuat dari tembaga. Malam/lilin panas akan dibubuhkan pada kain dengan menggunakan cap ini. Batik jenis ini dikenal sebagai batik cap’. Bagi kedua teknik tersebut, tahap selanjutnya adalah ngelir’ yaitu memberikan warna pada kain dengan melalui proses penguasan/perendaman. Proses ini dikuti dengan proses penjemuran. Setelah kain kering, malam/lilin yang telah dibubuhkan sebelumnya akan dikelupas, atau dikenal dengan proses nglorod’. Proses pewarnaan ini dapat diulang beberapa kali dengan menggunakan warna yang berbeda sampai terbutuk motif dan warna yang dikehendaki. Akhir-akhir ini, industri batik juga menggunakan teknik yang lebih efesien hemat waktu dan biaya, yaitu dengan menggunakan mesin yang akan mencetak motif pada kain. Hasil dari proses ini disebut batik printing’. Pada wisata kreatif berbasis industri batik di Pekalongan, wisatawan akan diberikan kesempatan untuk belajar tentang batik. Pertama, wisatawan akan diberikan pengantar tentang batik, yang meliputi sejarah dan pola Batik Pekalongan, alat-alat yang diperlukan dalam membatik, dan proses pembuatan batik secara tradisional tulis atau cap. Selanjutnya wisatawan akan melakukan pembuatan batik terutama pada tahap pembuatan pola, pembubuhan malam/lilin panas baik dengan menggunakan canting maupun cap, dan pewarnaan. Proses ini dipandu oleh pekerja pada museum atau kampung wisata batik yang bertugas khusus untuk memandu wisatawan. Proses ini dilakukan pada kain ukuran kecil, seperti sapu tangan, scarf, atau kaos/t-shirt. Satu paket proses pembuatan batik akan memakan waktu sekitar 30-45 menit. Penawaran tur atau paket wisata kreatif pembuatan batik baik oleh Museum Batik maupun Kampung Batik ini memberikan kesempatan yang berbeda bagi wisatawan. Pada paradigma atau kecenderungan sebelumnya, wisatawan di Kota Pekalongan hanya memiliki preferensi untuk melakukan wisata belanja something to buy batik saja terutama di pasar-pasar batik di Pekalongan, seperti di Setono. Namun dengan adanya aktivitas pawisata kreatif ini wisatawan dapat melihat proses pembuatan batik something to see dan juga mencoba melakukan pembuatan batik something to do walaupun melaui proses yang sederhana. Proses ini akan lebih berkesan karena wisatawan dapat membawa pulang hasil karya mereka dalam membatik. Rangkaian kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan kegiatan belanja something to buy pada gallery batik baik di museum maupun kampung batik. Sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan wisata kreatif batik telah memberikan tawaran kegiatan yang lebih lengkap bagi wisatawan di Kota Pekalongan. Kegiatan wisata kreatif batik ini dapat memberikan pegalaman yang unik, berkesan, dan bermanfaat bagi wisatawan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Latifah 2015, sekitar 60% dari reseponden wisatawan kreatif menyatakan bahwa pengalaman yang mereka dapatkan di Museum M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 105 Buketan Biru Putih Belanda Gambar 2. Beberapa contoh motif batik Pekalongan Batik maupun Kampung Batik adalah suatu pengalaman otentik dan unik yang belum pernah mereka temui sebelumnya. Hal ini juga terkait dengan temuan pada penelitian yang sama bahwa wisatawan merasa aktivitas mereka dalam membatik ini telah meningkatkan daya apresiasi mereka terhadap batik terutama batik Pekalongan. Pengetahuan dan minat mereka sebelumnya bahwa batik sekedar baju atau motif kain telah meningkat pada makna yang terkandung pada tiap motif melalui kegiatan proses pengenalan batik yang diberikan dan keunikan serta ke-kompleks-an proses pembuatan batik melalui kegiatan proses membatik yang diikuti. Lebih lanjut, wisatawan tersebut juga menyatakan bahwa pengalaman membatik yang mereka lakukan telah meningkatkan daya kreativitas mereka. Hasil penelitian ini memberikan harapan bahwa wisata kreatif berbasis industri batik ini dapat mendorong pelestarian batik sebagai salah satu ikon budaya Indonesia. Akomodasi dan infrastuktur penunjang pengembangan wisata kreatif. Kegiatan wisata tidak hanya sebatas pemenuhan terhadap atraksi pada destinasi wisata, namun termasuk juga pemenuhan terhadap kebutuhan akan jasa-jasa selama wisatawan berada di destinasi wisata. Jasa-jasa dalam wisata diantaranya adalah sarana dan pelayanan akomodasi. Pelayanan akomodasi ini diantaranya adalah berupa penginapan, dan restoran. Pariwisata diharapkan dapat membuat wisatawan yang berkunjung dapat membelanjakan uangnya dalam memenuhi kebutuhan selama berkunjung, sehingga akomodasi ini akan membuat jumlah uang yang berputar di daerah tujuan wisata lebih banyak. Jumlah hotel yang ada di Kota Pekalongan adalah 28, yang terdiri dari 4 hotel bintang 3, 1 hotel bintang 2, 1 hotel bintang 1 dan 22 hotel melati, sedangkan untuk jumlah restoran dan rumah makan sebanyak 74 unit. Infrastruktur lain yang menunjang kegiatan pariwisata kreatif berbasis batik di Kota Pekalongan, adalah transportasi. Moda transportasi yang biasa digunakan oleh wisatawan adalah bus, kendaraan mobil dan motor pribadi, dan becak. Bus digunakan oleh wisatawan dalam sebuah kelompok/group yang dikoordinir oleh agen perjalanan atau sekolah. Hal yang menarik diilustrasikan dengan keberadaan becak di sekitar kampung wisata batik. Becak ini digunakan untuk mengantar wisatawan dari tempat parkir ke dalam kampung wisata batik atau tepatnya ke outlet batik yang menyediakan kegiatan wisata kreatif. Dengan adanya becak ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan wisata kreatif juga memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama pengemudi becak. Selain itu, di Museum Batik dan Kampung Batik Pesindon dan Kampung Batik Kauman, juga disediakan telecenter yang merupakan fasilitas berbasis IT information technology yang dikembangkan oleh BPPT yang bekerjasama dengan PT. Telkom. Telecenter di Kota Pekalongan merupakan bagian dari program e-development oleh Pemerintah Kota Pekalongan. Secara umum telecenter ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga Kota Pekalongan untuk mendapatkan informasi secara cepat dan aman. Berkaitan dengan pengembangan wisata kreatif berbasis industry batik, telecenter ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku industry batik untuk menawarkan produk-produknya terutama tentang M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 106 Gambar 3. Telecenter di Kampung Batik Pesindon dan Kampung Batik Kauman pariwisata kreatif, dan bagi wisatawan di Kota Pekalongan dapat memanfaatkannya untuk mendapatkan informasi tentang pariwisata di Kota Pekalongan. Kebijakan Pemerintah Kota Pekalongan terkait Pengembangan Pariwisata Kreatif berbasis Industri Batik Penataan Lingkungan. Pemerintah daerah Kota Pekalongan telah membangun landmark berupa tulisan “BATIK” di depan Museum Batik Pekalongan. Landmark ini cukup menarik perhatian warga Kota Pekalongan dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Pekalongan. Secara tidak langsung, landmark ini juga menjadi sarana untuk menarik pengunjung ke Museum Batik yang berlokasi tepat di seberang landmark tersebut. Dalam lingkungan kampung batik, sudah ada inisiasi dari pihak pemerintah dan kelompok industri batik untuk menata lingkungannya agar layak dikunjungi oleh para wisatawan, diantaranya adalah dengan penyediaan sarana kebersihan, pembuatan gapura di depan kampung, pembuatan papan pentunjuk lokasi galeri-galeri batik, perluasan ruang parkir agar dapat menampung lebih banyak pengunjung, penyediaan showroom bersama terutama di kampung batik atas dapat difungsikan sebagai ruang pamer hasil kerajianan batik dari para UKM batik yang tidak memiliki gallery pada lokasi industrinya, dan penyediaan telecenter. Lebih lanjut, para pelaku wisata kreatif juga menyebutkan tentang kondisi sarana pendukung pengembangan wisata kreatif tersebut saat ini perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah maupun pelaku industri batik di Pekalongan. Disebutkan bahwa telecenter di Kampung Batik Pesindon sudah 2 tahun terakhir 2013-2015 tidak berfungsi lagi karena tidak adanya tenaga yang mengoperasikan dan merawat telecenter, bahkan sewa gedung bagi telecenter ini sudah berakhir. Sedangkan untuk showroom bersama yang berlokasi pada tiap kampung batik, kondisinya juga kurang baik. Pemakaian showroom ini terbatas, hanya pada event-event tertentu saja, seperti kunjungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah Pekalongan, atau pemerintah daerah lainnya. Penggunaan showroom yang tidak efektif ini sangat disayangkan karena akan mengurangi media pemasaran bagi UKM batik di kedua kampung batik. Selain itu, pelaku wisata kreatif batik di Kampung Pesindon menyoroti kebutuhan lahan parkir bagi para tamu kampung batik. Kebutuhan lahan parkir M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 107 ini terkait dengan kemudahan akses kampung batik dari luar. Saat ini para tamu kampung batik, terutama yang datang dengan bus, harus menggunakan tepi jalan raya. Perjalanan wisatawan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kampung batik atau menggunakan jasa becak. Jika dilihat dari kontribusi kegiatan wisata ini terhadap ekonomi local di Pekalongan, maka dapat dikatakan bahwa kegiatan ini telah berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan sektor informal terutama tukang becak Latifah & Damayanti, 2015. Namun untuk keberlanjutan pengembangan wisata kreatif ini, kebutuhan akses menuju kampung batik perlu diperhatikan, baik dari sisi pengadaan lahan parkir maupun lebih lanjut tentang pengelolaan becak sebagai sektor transportasi penunjang kegiatan wisata kreatif berbasis industri batik di Pekalongan. Sedangkan penataan lingkungan internal industri batik, dapat dikenali dengan pembuatan tempat khusus workshop dimana wisatawan dapat melakukan kegiatannya atau perluasan ruang workshop agar wisatawan dapat aktif mengamati dan mencoba melakukan proses membatik di lokasi-lokasi tersebut. Beberapa industri batik juga memperluas ruang pamer gallery koleksi batiknya agar pengunjung dapat leluasa memilih dan membeli batik hasil karya industry batik ini. Beberapa industri batik atau pelaku usaha di lingkungan kampung batik telah memanfaatkan momentum wisata kreatif ini dengan membangun atau menyediakan homestay bagi para wisatawan yang ingin belajar batik. Dengan adanya homestay ini wisatawan dapat belajar batik lebih intensif karena tidak ada keterbatasan waktu dan kedekatan lokasi menginap, dan wisatawan juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan penginapan yang lebih terjangkau dibandingkan dengan hotel. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Strategi ini dilakukan oleh pemerintan daerah dan pelaku industri batik di Pekalongan agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan dan menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung. Adapun contoh dari kegiatan ini adalah pelatihan pemandu wisata terutama bagi penduduk setempat kampung batik dan pelatihan bagi para pengusaha batik dalam mengelola homestay, kewirausahaan, dan tentang penguasaan desain dan motif batik. Selain itu diadakan juga penyuluhan atau pengarahan bagi warga terutama di kampung batik untuk dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi para wisatawan yang berkunjung. Terkait dengan pengembangan produk batik yang akan ditawarkan kepada wisatawan, Pemerintah Kota Pekalongan juga melakukan upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia terutama generasi muda melalui pendidikan formal, yaitu dengan mendirikan Politeknik Batik Pusmanu Pekalongan pada tahun 2002 sebagai pendidikan formal dengan memberikan gelar D3 pada lulusannya. Adapun jurusan yang ditawarkan adalah teknik batik, manajemen perusahaan, akuntasi, dan kesekretariatan dan administrasi kantor. Pada jenjang pendidikan ini siswa diharapkan dapat mengembangkan teknik dan motif batik yang lebih inovatif dan dapat menembus pasar yang lebih luas. Penelitian ini juga mencatat adanya upaya Pemerintah Daerah Kota Pekalongan dengan bekerja sama dengan Museum Batik untuk memberikan kesempatan kepada siswa SMK yang mengambil konsentrasi teknik batik untuk dapat magang di Museum Batik. Siswa ini dapat menjadi guide atau tutor membatik bagi pengunjung museum UNESCO, 2009. Para pelaku industri batik secara bersama-sama juga membentuk curhat bisnis yang berfungsi sebagai forum yang dapat menjadi wadah dalam menampung keluhan pengusaha batik maupun sarana untuk berbagi strategi pengembangan batik dan wisata kreatif batik oleh dan dari pengusaha batik di Pekalongan. Dalam curhat bisnis ini, para pelaku industri batik juga berusaha untuk dapat mendatangkan narasumber yang berpengalaman, seperti desainer-desainer ternama diantaranya adalah Sony Mukhlison, Ivan Gunawan, dan Dian Pelangi. Promosi. Strategi promosi dilakukan untuk dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pekolangan atau menarik warga Pekalongan untuk dapat berkunjung ke museum dan atau kampung batik. Strategi promosi ini diantaranya adalah melalui kegiatan pameran yang diselenggarakan pada tingkat nasional maupun internasional, kegiatan museum masuk sekolah museum goes to school untuk dapat menarik siswa agar belajar batik, pembuatan leaflet dan website serta memanfaatkan media social untuk memasarkan produk wisata kreatif ini. Beberapa M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 108 Gambar 4. Pekan Batik Nusantara 2014 dan Batik Week 2015 yang diselenggarakan di Kota Pekalongan pengusaha batik juga melakukan usaha proaktif dengan menjalin kerkasama dengan manajemen hotel agar dapat mengarahkan tamu-tamu hotel untuk mengunjungi sentra-sentra batik di Pekalongan, terutama kampung batik. Lebih lanjut, secara rutin tahunan, pemerintah Kota Pekalongan melakukan seleksi duta wisata dan pekan batik’ yang merupakan wahana bagi pengusaha batik untuk dapat memamerkan hasil produk batiknya dan juga menawarkan produk wisata kreatif. Pekan batik ini memiliki skala yang berbeda, yaitu pada tahun ganjil dilaksanakan Pekan Batik Internasional sedangkan Pekan Batik Nasional dilaksanakan pada tahun genap. Strategi museum goes to school’ telah dilakukan oleh Museum Batik Pekalongan sejak tahun 2005/2006 dengan memasukkan batik sebagai muatan lokal dalam pendidikan di sekolah. Program ini dilatarbelakangi adanya kecenderungan rendahnya tingkat kunjungan wisatawan ke Museum Batik dan keingingan untuk meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap batik baik terutama sebagai kekayaan budaya Indonesia. Sampai tahun 2009 sebanyak lebih dari 230 sekolah terlibat dalam program ini UNESCO, 2009. Program museum goes to school’ di Kota Pekalongan ini dilakukan dari tingkat sekolah yang paling rendah yaitu taman kanak-kanak sampai dengan tingkat sekolah yang paling tinggi yaitu Politeknik Batik. Oleh karena itu, materi yang diberikan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa, termasuk diantaranya tentang alat membatik yang digunakan, pembuatan desain batik, teknik pewarnaan dan materi kain yang digunakan. Para siswa akan diberi bekal pengetahuan tentang batik baik secara teori maupun praktek. Proses ini dapat dilakukan di dalam Museum Batik. Sedangkan untuk tutor, para staf Museum Batik telah dilatih untuk mendampingi para siswa ini, bahkan para guru pada sekolah-sekolah tersebut telah dilatih untuk menjadi tutor. Kegiatan ini juga melibatkan para pelaku industry batik yang berperan sebagai tutor/pelatih maupun sebagai sponsor kegiatan baik berupa kain, lilin, alat membatik, maupun pewarna. Tujuan pelibatan para pelaku industry batik ini adalah untuk menekan biaya yang dikeluarkan dalam program ini dan agar M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 109 Siswa TK belajar menggambar dengan menggunakan media kain Siswa SMP belajar pewarnaan pada kain batik Gambar 5. Contoh kegiatan-kegiatan dalam program museum goes to school’ dari Museum Batik Pekalongan UNESCO, 2009 seluruh siswa di Kota Pekalongan dapat berpartisipasi dalam program ini UNESCO, 2009. Integrasi pariwisata kreatif dengan pariwisata budaya dan belanja. Strategi ini merupakan upaya dari pemerintah Kota Pekalongan untuk dapat mengembankan pariwisata di Pekalongan secara keseluruhan. Adapun wujud dari strategi ini adalah dengan pembuatan rencana pembukaan jalur sungai yang nantinya akan menghubungkan wisata budaya, dengan wisata kreatif dan belanja. Jalur ini akan mengubungkan Museum Batik dengan Kampung Batik Pesindon dan Kampung Batik Kauman. Jalur ini juga akan membuka kesempatan bagi pengembangan Kawasan Jetayu yang memiliki kekayaan bangunan kuno sebagai kawasan wisata budaya. Melalui pengembangan jalur ini, wisatawan akan menikmati berbagai produk wisata di kota Pekalongan dan akhirnya akan meluangkan waktu lebih banyak di Kota Pekalongan. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi seluruh pelaku wisata di Pekalongan. Pengembangan Industri Pendukung Batik. Strategi ini berkaitan dengan salah satu temuan studi yang dilakukan oleh Latifah Latifah, 2015, terutama tentang keterkaitan proses pembuatan batik dengan aktivitas atau industry lainnya. Temuan ini merupakan hasil dari analisis rantai produk supply chain batik. Jika dikaitkan dengan kegiatan wisata kreatif yang dilakukan oleh wisatawan minimal adalah pembuatanpola sampai dengan pewarnaan, maka kegiatan ini tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan kain, lilin, canting, cap, dan pewarna kain/tekstil. Hal inilah yang mendorong Pemerintah Kota Pekalongan untuk mengembangkan usaha/industri pendukung industry batik terutama yang berskala kecil dan menengah UKM seperti industry canting dan cap di Kelurahan Landungsari dan pengembangan UKM pewarna alam untuk mengurangi ketergantungan pawa pewarna tekstil yang masih diimpor. Kelancaran pasokan faktor produksi tersebut akan membantu kelancaran kegiatan pariwisata kreatif berbasis industry batik di Kota Pekalongan. 5. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil uraian sebelumnya, secara umum penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa baik pemerintah daerah maupun pelaku industri batik dan pelaku pariwisata kreatif di Kota Pekalongan telah menyusun dan melaksanakan strategi-strategi pengembangan batik dan wisata kreatif berbasis batik di Kota Pekalongan. Strategi ini telah teruang dalam visi dan misi Kota Pekalongan dan telah didukung oleh para pelaku usaha baik pada saat pelaksanaan event-event di Kota Pekalongan, maupun melalui pengembangan internal di lingkungan museum, kampung batik, maupun di galeri batik. Dapat disimpulkan bahwa strategi-strategi ini bersifat fisik, seperti perbaikan lingkungan; maupun non-fisik seperti promosi dan pameran. 110 M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 Lebih lanjut penelitian ini juga menemukan beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah dan pelaku wisata kreatif di Pekalongan, yaitu tentang keberlanjutan dari strategi-strategi yang dilakukan. Sebagai contoh adanya telecenter yang sangat potensial bagi pengembangan wisata, namun kondisinya sudah tidak dapat difungsikan lagi dan juga showroom di kampung-kampung batik yang jarang dimanfaatkan. Hal ini menjadi catatan bagi pemerintah dan dan pelaku wisata kreatif di Pekalongan untuk dapat menyusun strategi yang bersifat lebih detail dan jangka panjang, sehingga sarana-parasarana yang telah dibangun tidak sia-sia. Kegiatan yang disusun bukan banyak membagun saja namun juga bagaimana upaya pengelolaan dan perawatannya. Hal ini juga dapat diberlakukan pada strategi yang bersifat non-fisik, seperti pameran atau penyelenggaraan event-event tertentu. Rancangan kegiatan agar dapat disusun secara kreatif agar dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Kota Pekalongan dan juga menjaga komitmen dari pelaku usaha karena merasa mendapatkan manfaat yang besar dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut. Berdasarkan paparan hasil penelitian, juga dapat disimpulkan bahwa walaupun temuan-temuan penelitian ini sangat menarik, namun masih banyak hal yang belum digali dalam penelitian ini karena berbagai keterbatasan yang dihadapi. Oleh karena ini, penelitian ini memberikan berberapa rekomendasi agar dapat dilakukan penelitian lanjutan, terutama yang berkaitan dengan kelembagaan pengelolaan wisata kreatif di Kota Pekalongan. Penelitian ini menemukan bahwa kurangnya wawasan keberlanjutan dalam penyusunan strategi pengembangan wisata kreatif juga berdampak pada sinergi kerjasama antara pemerintah daerah dan pelaku usaha batik dan wisata kreatif di Pekalongan. Walaupun saat ini pemerintah daerah berusaha agar dapat menjalankan fungsi enabler’ dalam pembangunan, namun para pelaku usaha masih membutuhkan dukungan jangka panjang dari pemerintah daerah. Selain itu penelitian lanjutan dapat dilakukan berkontribusi dalam desain integrasi kawasan cagar budaya Jetayu dan kawasan wisata kreatif Museum Batik, Kampung Batik Pesindon, dan Kampung Batik Kauman. Rencana pemerintah ini sangat menarik dan strategis, sehingga perlu dilakukan penelitian yang lebih detail dan komprehensif agar pelaksanaan rencana ini dapat berdampak luas bagi pengembangan wisata kreatif di Pekalongan. 6. DAFTAR PUSTALA Adam, T. 1934. The Art of Batik in Java. New York Needle and Bobbin Club. Amalia, R. U. 2010. Motif batik Pekalongan studi dokumen koleksi Museum Batik Pekalongan Imajinasi, 62, 125-140. Budiarta, K., & Thamrin, Z. 2013. Kajian tentang industri kreatif sebagai pengembangan UMKM unggulan Kota Medan. Jurnal Pembangunan Kota, 11, 1-30. Creswell, J. W. 2007. Qualitative inquiry and research design 2nd ed.. Thousand Oaks, London, New Delhi SAGE Publications. Departemen Perdagangan Republik Indonesia. 2008. Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009‐2015. Retrieved from Jakarta Flyvbjerg, B. 2006. Five misunderstandings about case-study research. Qualitative Inquiry, 122, 219-245. doi Iglesias, L. 2014. 28 cities join the UNESCO Creative Cities Network. Retrieved from Kostopoulou, S. 2013. On the Revitalized Waterfront Creative Milieu for Creative Tourism. Sustainability, 511, 4578 - 4593. Latifah. 2015. Pariwisata Kreatif Berbasis Industri Batik sebagai Upaya Pengembangan Ekonomi Lokal Kota Pekalongan. Bachelor of Engineering/ST, Universitas Diponegoro, Semarang. Latifah, & Damayanti, M. 2015. Conserving Batik as Cultural Identity and Enhancing the Impact of Batik Industry on Local Economic Development through Creative Tourism. Paper presented at the the Tropical Tourism Outlook Conference Balancing Development and Sustainability for Tourism Destinations, Lombok. Nasution, S., Nasution, M. A., & Damanik, J. 2005. Persepsi Wisatawan Mancanegara terhadap Kualitas Objek dan Daya Tarik Wisata ODTW Sumatera Utara. Jurnal Studi Pembangunan, 11, 81-96. Nugroho, P. S., & Cahyadin, M. 2010. Analisis Perkembangan Industri Kretatif di Indonesia. Paper presented at the Simposium Ekonomi Indonesia Pasca Krisis Ekonomi Global, Surabaya. Ohridska-Olson, R., & Ivanov, S. H. 2010. Creative Tourism Business Model and Its Application in M. Damayanti, Latifah/ JPK Vol. 3 No. 2 2015 100 – 111 111 Bulgaria. Paper presented at the The Black Sea Tourism Forum 'Cultural Tourism – The Future of Bulgaria, Bulgaria. Richards, G., & Wilson, J. 2006. Developing creativity in tourist experiences A solution to the serial reproduction of culture? Tourism Management, 276, 1209-1223. doi Sekimoto, T. 2003. Batik as a commodity and a cultural object. In S. Yamashita & J. S. Eades Eds., Globalization in Southeast Asia Local, National, and Transnational Perspectives pp. 111-125. New York Berghahn Books. Tan, S. K., Luh, D. B., & Kung, S. F. 2014. A taxonomy of creative tourists in creative tourism. Tourism Management, 420, 248-259. doi UNCTAD. 2010. Creative Economy Report 2010. Retrieved from Geneva UNESCO. 2006. Towards Sustainable Strategies for Creative Tourism. Retrieved from Santa Fe UNESCO. 2009. Education and Training in Indonesian Batik Intangible Cultural Heritage in Pekalongan, Indonesia. Paris UNESCO Intangible Cultural Heritage Section. Widadio, N. A. 2014, 02 April. Menparekraf Perkembangan Pariwisata Indonesia Paling Bagus. Kompas. Retrieved from Yin, R. K. 2009. Case study research Design and methods 4th ed.. Thousand Oaks SAGE Publications. ... The practice of city branding in developing countries has been influenced by decentralization. In particular, in Indonesia, the stipulation of Law No. 32/2004 on Local Government has provided opportunities for local governments to undertake their city branding initiatives Damayanti & Latifah, 2015. In 2015, the Indonesia's Ministry of Tourism identified 36 city brands from 18 provinces to promote tourism across the country. ...Place branding has become a powerful tool for promoting cities and regions. Unfortunately, many urban managers have been preoccupied with creating slogans and logos in implementing place branding. This has eventually limited the contribution of place branding towards tourism development, for which most place branding is targeted. This study aims to determine the factors that influence the successfulness of city branding programs in promoting tourism. This study applies qualitative methods by employing a series of in-depth interviews with relevant stakeholders comprising the government, private sector, destination management staff, tourism associations, academics, and the public. Using Enjoy Jakarta's branding campaign, this study found seven contributing factors that may impact the implementation of the campaign. Leadership, stakeholder collaboration, public management and departmental coordination are classified as tourism governance. On the other hand, attraction, accessibility and promotion are classified as tourism components. The study found that the governance factor is the most influential in the success of city branding programs. Tourism governance determines how tourism components may be implemented to achieve the goal of city branding.... Garis sempadan bangunan GSB juga sangat berpengaruh pada sebuah jalan. Strategi yang baik diperlukan dalam penataan ruang kota demi tercapainya ruang kota yang nyaman sesuai dengan kebutuhan penghuninya [12,13]. Garis sempadan bangunan GSB bisa dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik sehingga bermanfaat bagi kinerja karyawan yang berapa pada kawasan perkantoran dan perdagangan [14]. ...Muchamad Taufiqur HimawanMuhamad Faiz Akmal Dedi Hantonop class="Abstract">Perkembangan kegiatan ekonomi dan bisnis di DKI Jakarta berdampak pada intensitas penggunaan lahan yang tinggi dan munculnya pelanggaran peraturan garis sempadan bangunan, terutama pada muka bangunan. Salah satu titik perekonomian di DKI Jakarta berada di sepanjang Jalan Boulevard Raya yang berbatasan dengan daerah Kayu Putih di bagian selatan dan daerah Koja di bagian utara. Penelitian inin melakukan analisis pelanggaran peraturan garis sempadan bangunan GSB serta pengaruh penerapan aturan GSB terhadap kenyamanan pengguna lain di sekitarnya. Penilaian terhadap penerapan GSB didasarkan pada Pergub No. 135 tahun 2019 tentang Pedoman Tata Bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 765 bangunan di Jalan Boulevard Raya, terdapat 39,7% bangunan melanggar peraturan GSB. Adapun dampak dari pelanggaran garis sempadan bangunan yang terjadi adalah kemacetan, minimnya ruang terbuka, aktivitas parkir di ruas jalan, dan hilangnya jalur pedestrian. Currently, Pekalongan City is known as the city of batik. The recognition is both at national and international levels whereas Pekalongan has been acknowledged as a world creative city based on the art and culture of batik. Batik is an essential commodity in Indonesian creative industries and has been the major commodity of Pekalongan. Batik industry is also capable of creating an inter-business association like the canting making business and fabric dyes business. As a city of batik, Pekalongan is prepared as a tourist destination through the availability of Batik Museum and two centers of batik craftsmen. The attraction has been increasing because tourists do not only see the process but can practice on how to make batik along with the batik craftsmen and interact with the related tools and materials, and this is known as creative tourism. The impact of the creative tourism can become one of the efforts to the local economic development of Pekalongan because it has been able to make linkages between sectors in tourism and batik industry.
MenurutKabid Koperasi dan UKM pada Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Nugroho Hepi Kuncoro, di masa pembatasan ini, masyarakat justru memilih untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti pangan, sehingga mampu meningkatkan konsumsi terhadap makanan atupun minuman. Konidisi tersebut, bisa menjadi peluang usaha bagi para pelaku UMKM kuliner.
Pekalongan - Batik Pekalongan tersebar di berbagai daerah di Nusantara, bahkan luar negeri. Sejarahnya tercatat sejak ratusan tahun lalu. Batik Pekalongan memiliki sejarah yang terentang panjang ke belakang. Bertahan sebagai pusat batik hingga kini, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pun menasbihkan diri sebagai Bumi Legenda Batik Nusantara. Identitas baru ini secara resmi diluncurkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di Padepokan Batik Failasuf Wiradesa, Minggu, 6 Agustus 2017. Identitas ini tidak berlebihan. Perkembangan batik di pesisir Pantai Utara Pekalongan sudah tercatat sejak awal 1800 silam. Perkembangan batik pesisiran sudah ada dari era Kerajaan Mataram dan legenda Nyi Roro Kidul hingga Dewi Lanjar. Batik Pekalongan pun melintasi zaman. Seiring regenerasi pembatik, inovatif, dan mengikuti tren masa kini, batik pun tak sampai tergerus oleh zaman di era digital modern dewasa ini. Ini Rekor Dunia Batik Pekalongan Film Dokumenter Legenda Batik Nusantara Dibuat di Pekalongan Mobil dan Kembang 7 Rupa Tiba-tiba Muncul dari Laut Jawa Dalam perkembangannya dari jumlah total 40 ribu Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM, 30 ribu UMKM di Kabupaten Pekalongan di antaranya menggeluti bidang usaha pelaku usaha sejumlah itu, sekitar 70 persen batik yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara merupakan produksi dari sentra batik di Kabupaten Pekalongan. "Angka 70 persen batik di seluruh Indonesia itu dari produsen di Pekalongan. Tapi memang mereknya bisa diganti oleh brand penjualnya sendiri," kata Bupati Asip Kholbihi kepada "Maka banyak masukan dari berbagai pihak, seperti seniman batik, budayawan, dan ahli sejarah mendorong kita sebagai pusat atau sentra batik pesisir," ia menambahkan. Asip juga memperkenalkan ikon batik khas pesisiran Bumi Legenda Batik Nusantara. Desain batik itu berbalut kain berwarna hitam dan bergambar flora dan fauna khas pesisiran. "Batik itu cantik, indah, dan menenteramkan. Karena melalui beberapa tahapan rumit dari awal proses hingga jadi. Itulah yang membuat UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda di dunia. Tentu saja selalu ada makna di setiap desain batik yang dibuat," dia menambahkan. Untuk bahan baku batik, kata Asip, di Kabupaten Pekalongan pun tersedia dan jumlahnya mencukupi untuk kebutuhan perajin batik di lingkungan masing-masing. "Bahan baku batiknya di sini sangat melimpah. Jadi, berapa pun yang dipesan, hingga satu juta potong pun bisa. Hal ini yang membedakan kita dengan daerah lain sebagai produsen batik," ujar Asip. Tak hanya beredar di Indonesia, ternyata batik pesisiran asal Kota Santri juga sudah beredar hingga ke negara di belahan dunia di benua Amerika, Asia, Afrika, dan Eropa. "Bulan depan saya ke Amerika. Nanti batik pesisiran ini saya bawa sebagai hadiah kepada Sekjen PBB dan beberapa pejabat lainnya. Karena memang di sana batik sudah begitu familiar. Rata-rata batik yang dijual itu dari perajin batik tulis di Pekalongan," ujarnya. Batik Pekalongan sangat diminati mulai dari masyarakat bawah hingga atas. "Untuk harga bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta. Jadi semua tergantung kebutuhan masing-masing. Karena karya seni batik tak ternilai," kata dia. 4 Rahasia Batik PekalonganBatik Pekalongan / Fajar EkoTokoh sekaligus entrepreneur batik pesisir, Failasuf, mengungkapkan rahasia batik pesisiran di Pekalongan yang hingga kini terus bersaing dan mampu bertahan di era digital modern. Pertama, kemajuan dan perkembangan batik pesisiran di Kabupaten Pekalongan karena berjalanya regenerasi pembatik terutama karya seni batik tulis. Pasalnya, jika regenerasi pembatik minim berdampak pada jumlah perajin batik jumlahnya sedikit dan hanya didominasi oleh kalangan lanjut usia. Di Kabupaten Pekalongan, ribuan pembatik yang masih tersisa kini sudah berusia lanjut. Dan saat ini tinggal menyisakan separuhnya saja yang masih membatik. "Bagaimana mau maju dan berkembang, kalau regenerasi pembatik tidak ada. Makanya di sini banyak tempat untuk belajar membatik, seperti sekolah batik dan padepokan batik," ucap Failasuf. Pria yang sudah menggeluti bisnis batik sejak tahun 1998 ini menyebut regenerasi pembatik khususnya bagi para pemuda dan pemudi harus dilakukan dengan pendekatan yang berbeda. "Kalau di sini biasanya keluarga pembatik yang sudah berusia lanjut ini mengajarkan keahliannya kepada anak ataupun saudaranya. Dari situlah, jemput bola dan mengajak anak muda untuk mengembangkannya. Tentu saja diberikan fasilitas yang memadai untuk mengajak mereka menjadi pembatik," jelasnya. Fasilitas yang diberikan, seperti penetapan gaji yang lebih dari cukup, rekreasi, dan tempat bekerja yang nyaman. Sedangkan jumlah pembatik muda yang bekerja di padepokan batik pesisir jumlahnya sekitar 50 orang. "Bagaimana membuat mereka nyaman bekerja khususnya generasi muda itu penting. Karena membatik itu butuh ketenangan dan konsentrasi. Dan juga, beberapa bulan sekali mereka saya ajak liburan. Dengan cara itu, mereka bekerja dengan profesional dan menghasilkan karya yang bagus," jelas Failasuf. Kedua, terkait karya seni batik menjadi kegiatan ekonomi rakyat yang mempunyai kedudukan, potensi, dan peran strategis untuk mewujudkan struktur perekonomian nasional. Maka, peran pemerintah daerah kepada perajin batik sangat dibutuhkan terkait modal ataupun pemasarannya. Faktor ketiga terkait modal. "UMKM batik di sini sangat berkembang, karena mereka mudah mendapatkan pinjaman modal untuk mengembangkan usahanya. Kalau penasaran saya kira sekarang ini lebih mudah karena sudah online," kata dia. Keempat, konseptor atau desainer batik Kabupaten Pekalongan juga terus berinovasi baik dari kalangan pemuda yang masih pemula ataupun yang sudah profesional. "Untuk lebih mendorong produktivitas industri batik, saya akui peran komunitas desainer sangat penting dalam menciptakan kreativitas desain," Petungkriyono Ikon Batik Legenda PekalonganBatik Pekalongan / Fajar EkoBatik Pekalongan memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas corak batik khas pesisiran terdapat pada corak warna-warni cerah, motif flora, dan fauna. "Batik ini sebuah hasil karya yang terinspirasi dari renungan dan terciptalah sebuah desain yang memiliki filosofi," kata Failasuf. Berbagai macam motif batik yang dibuat memiliki jalan cerita sendiri. Failasuf sedang dalam proses membuat batik bermotif Garuda dan Petungkriyono. Motif batik Garuda sendiri menggambarkan rasa persatuan dan perdamaian antara suku bangsa dan ras, yang pada akhirnya tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI. "Batik Garuda ini terinspirasi dari keberagaman kita di Indonesia yang tetap damai dan utuh untuk NKRI," kata Failasuf. Berbeda dengan motif batik Petungkriyono, dia membuat tiga motif sekaligus. Batik itu terinspirasi dari pesona hutan alam Petungkriyono yang masih asri. "Gambar motif itu ada alam curug, perkebunan, hutan alam, binatang, wisatawan. Tiga desain batik Petungkriyono ini yang akan menjadi ikon legenda batik Pekalongan," kata dia. Failasuf menceritakan, proses pembuatan hingga jadi tiga desain batik Petungkriyono itu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Rencananya, ikon batik legenda Pekalongan itu akan di-launching pada saat Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-395 pada akhir bulan Agustus 2017. "Harapan saya, batik ini bisa menjadi inspirasi batik Indonesia. Konseptornya bersama-sama dibantu para ahli, seniman, pejabat yang memang punya pemikiran bersama," tuturnya. Menurut dia, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, karya seni batik harus bekerja sama dengan baik antara, konseptor, penggambar, pewarna, dan pemopok. "Batik ini karya lukis terbaik menurut saya. Untuk itu dunia perlu mengetahui bagaimana proses rumit membatik, karena jarang sekali lukisan yang hasil dari banyak orang yang menjadi sebuah karya," jelasnya. Perkembangan Batik PekalonganBatik Pekalongan / Fajar EkoSejarah batik Pekalongan tidak tercatat secara resmi kapan mulai dikenal di Pekalongan. Namun menurut perkiraan, batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut informasi yang tercatat di Disperindag, pola batik itu ada yang dibuat 1802, seperti pola pohon kecil berupa bahan baju. Perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di Kerajaan Mataram, yang sering disebut dengan Perang Diponegoro atau Perang Jawa. Terjadinya peperangan ini mendesak keluarga keraton serta para pengikutnya, sehingga banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah timur serta barat. Kemudian di daerah-daerah baru tersebut para keluarga serta pengikutnya mengembangkan batik. Ke timur batik Solo serta Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya, serta Madura. Sedangkan ke arah barat, batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon serta Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang. Seiring berjalannya waktu, batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota serta daerah Buaran, Pekajangan, serta Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa, seperti Tiongkok, Belanda, Arab, Asia, Melayu serta Jepang pada zaman lampau mampu mewarnai dinamika pada desain dan pola serta tata warna seni batik di Pekalongan. Oleh karena itu, beberapa jenis pola batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Desain itu, yaitu batik Jlamprang, diilhami dari Negeri Asia serta Arab. Lalu batik Encim serta Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Tionghoa. Batik Belanda, batik Pagi Uncomfortable, serta batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang. Perkembangan budaya teknik cetak batik tutup celup dengan menggunakan malam lilin di atas kain yang kemudian disebut batik memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa. Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan serta Kabupaten Pekalongan.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Didirikanoleh ibu Najah Aljuhi pada tahun 1995 dan menjadi salah satu perusahaan batik yang berpusat di kota Pekalongan. Batik Pekalongan, yang juga sebagai ikon Pekalongan dihadirkan oleh Qonita Batik dengan nuansa klasik dan modern. Sebuah karya seni dan juga warisan leluhur ini, dibuat oleh seniman batik yang berdedikasi di bidangnya. Mengenal berbagai potensi bisnis yang dimiliki tiap-tiap daerah, tentunya memberikan banyak inspirasi bagi kita yang sedang mencari peluang usaha. Bila pekan lalu kita telah membahas potensi bisnis daerah Ponorogo, Jawa Timur. Minggu ini kami akan mengajak para pembaca untuk mengenal berbagai potensi daerah yang dimiliki salah satu daerah di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten kecil yang berada di kawasan pantura ini mungkin sudah dikenal banyak orang dengan potensi batiknya yang sudah mendunia. Namun selain dikenal dengan kota batik, kabupaten Pekalongan juga memiliki berbagai potensi yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi untuk dikembangkan sebagai peluang bisnis. Misalnya saja seperti beragam makanan tradisional yang menyajikan beragam kelezatan kepada penikmatnya, potensi alam yang sangat cocok dijadikan sebagai objek wisata, hasil perikanan dan kelautan yang melimpah, sentra kerajinan batik dan industri tekstil yang memiliki peluang pasar cukup tinggi, serta bidang peternakan dan pertanian yang berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat di lebih jelasnya, berikut kami informasikan pada para pembaca tentang beberapa potensi bisnis daerah yang ada di daerah IsiSentra Batik PekalonganPotensi Makanan DaerahPotensi Bisnis Perikanan dan KelautanPotensi Bisnis Hasil TernakPotensi Bisnis AgribisnisSentra Batik PekalonganSelain Yogyakarta dan Solo, Kabupaten Pekalongan memang memiliki peran yang cukup besar dalam mengembangkan potensi batik. Puluhan pengrajin yang aktif memproduksi batik dapat Anda temui di kampung Batik Kauman, atau di kampung Batik Pesindon. Sedangkan untuk sentra perdagangan batik, berada di daerah Setono serta beberapa pusat grosir lainnya berada di berbagai pasar serta pertokoan yang tersebar di seluruh penjuru kota produk batik Pekalongan tidak kalah bersaing dengan batik Solo maupun batik Yogyakarta. Sehingga produk batik Pekalongan banyak diminati pasar lokal maupun pasar internasional. Bukan itu saja, karena produknya yang berkualitas, para pedagang batik di Yogyakarta dan Solo sering mengambil batik buatan Pekalongan untuk dipasarkan di dua kota tersebut. Sehingga bisnis batik di Pekalongan mengalami perkembangan yang sangat pesat setiap Makanan DaerahSelain memiliki beragam corak batik yang berkualitas, Kabupaten Pekalongan juga memiliki beragam menu makanan tradisional yang potensi bisnisnya juga cukup besar. Misalnya saja seperti sego megono nasi dicampur dengan megono yang terbuat dari nangka muda dicampur dengan parutan kelapa, garang asem sajian berkuah dengan irisan daging kerbau di dalamnya, sauto campuran antara soto dengan tauco, serta masih banyak lagi lainnya. Beberapa makanan tersebut menjadi salah satu potensi yang sering dijadikan sebagai peluang usaha oleh masyarakat Pekalongan. Baik dijajakan di pinggiran jalan, maupun diangkat di beberapa restoran yang ada di kota batik Bisnis Perikanan dan KelautanBerada di daerah pesisir pantai membuat Pekalongan memiliki sumber daya perikanan dan kelautan yang melimpah. Adanya Pelabuhan Perikanan Nusantara yang berlokasi di kelurahan Panjang Wetan, budidaya ikan tambak yang berpusat di tiga kecamatan yaitu Tirto, Wonokerto, dan Siwalan, serta budidaya ikan kolam yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Pekalongan. Menjadi bukti nyata bahwa setiap tahunnya kota Pekalongan berhasil memproduksi ratusan ribu ton ikan, dan dipasarkan dalam keadaan segar maupun diolah menjadi berbagai macam produk olahan ikan yang bernilai tinggi. Contohnya saja menjadi produk olahan teri, ikan asin, ikan pindang, ikan panggang, terasi serta bandeng produk perikanan, daerah Panjang Wetan Pekalongan juga mengolah produk rumput laut yang cukup melimpah di daerah tersebut. Setiap tahunnya para petani rumput laut dapat mengolah ratusan hingga ribuan ton, dan dipasarkan di pasar lokal maupun pasar Bisnis Hasil TernakSampai saat ini sebagian besar masyarakat di Kabupaten Pekalongan masih mengandalkan sektor peternakan sebagai salah satu sumber mata pencaharian mereka. Jenis ternak yang cukup berpotensi adalah sapi dan kerbau. Tingginya nilai ekomoni yang dihasilkan dari ternak sapi dan kerbau, membuat hampir setiap kecamatan di Pekalongan mengembangkan hewan tersebut hingga ratusan bahkan ribuan ekor. Beberapa kecamatan yang menjadi daerah unggulan di bidang ternak antara lain Kajen, Kandangserang, Kesesi, Karangdadap, Sragi, Bisnis AgribisnisMeskipun berada di jalur pantura yang sebagian besar wilayahnya berupa pinggiran pantai, namun Pekalongan merupakan daerah tropis yang memiliki potensi agribisnis berupa buah dan sayur yang cukup produktif. Potensi yang dihasilkan seperti buah-buahan durian, manggis, rambutan, sawo, melon, sayur-sayuran kol, kentang, cabe, kopi, cengkeh, dan masih banyak lagi pohon kayu yang memiliki harga jual cukup mengenal potensi bisnis daerah Pekalongan, semoga para pembaca dapat terinspirasi untuk mengembangkan segala potensi bisnis daerah yang ada di sekitar lokasi masing-masing, dan menjadikannya sebagai peluang baru yang menjanjikan untung besar bagi setiap pelakunya. Selalu ada peluang, dimanapun Anda berada. Yang terpenting tingkatkan kejelian Anda, dan ambil peluang yang ada di sekitar Anda. Selamat berkarya dan salam gambar dan
\n peluang usaha batik pekalongan
Karenapopuler, Romi dipercaya Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan sebagai ketua penyelenggara Festival Batik Pekalongan pada 2005. Dalam festival itulah Romi membuat terobosan baru. Ia bersama perajin batik dari Pekalongan berhasil memecahkan rekor dunia membatik terpanjang sejagat yang tercatat dalam The Guiness World of Record.
peluang usaha batik pekalongan - sumber gambar flickr Peluang Usaha Batik Pekalongan Yang Menjanjikan Sekarang ini trend batik Indonesia telah mendunia sejak batik diresmikan oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Hingga sekarang ini banyak sekali orang yang mengenakan batik sebagai pakaian resmi maupun non formal. Melihat kondisi seperti ini, maka dapat dijadikan peluang yang bagus untuk membuka bisnis usaha batik Pekalongan. Proses pemberian warna pada kain putih dengan pola serta corak khusus inilah yang dinamakan membatik. Dalam proses pembuatan batik yaitu dengan alat berupa cantingdan dapat juga dengan menggunakan cap batik. Perlu diketahui, jika peluang usaha batik Pekalongan ini dapat dijadikan bisnis sepanjang masa. Hal ini dikarenakan pemakaian baju batik tidak cuma dipakai secara formal saja. Tetapi bisa juga dipakai untuk berbagai acara, contohnya menghadiri acara keluarga, kondangan atau juga bisa dipakai untuk baju kerja. Saat ini batik telah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat. Semakin ke sini pemakaian kain batik didesain lebih modern, yang bertujuan untuk menarik minat para remaja supaya menyukai pakaian batik. Dituntut kreativitas para perancang busana supaya terus berinofasi untuk menghasilkan desain pakaian dengan bahan kain batik supaya terus diminati. Corak batik di setiap daerah berbeda-beda dan mempunyai ciri khas masing-masing, karena motif batik tiap daerah memiliki makna tersendiri yang pastinya berbeda. Peluang Usaha Batik Pekalongan Yang Paling Diminati Peluang usaha batik Pekalongan ini cukup menjanjikan karena batik Pekalongan adalah salah satu batik negara Indonesia yang sangat populer bahkan hingga ke luar negeri. Sehingga banyak orang yang kemudian mencari batik ini, baik dari luar kota Pekalongan bahkan wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Kondisi yang membuat setiap tahun permintaan akan batik Pekalongan selalu melonjak dan makin populer. Sudah tentu potensi bisnis usaha batik Pekalongan menjadi sangat menjanjikan dengan keuntungan yang tentu tidak main-main. Sebelum membuka bisnis usaha batik Pekalongan sebaiknya kita harus paham tentang sejarah batik Pekalongan dan juga jenisnya. Disamping itu kita juga harus melakukan survey terlebih dahulu untuk mengetahui harga pesaing dan harga pasaran yang sesuai. Berikuttnya kita juga harus menentukan target pasar untuk menentukan sasaran konsumen. Karena terdapat batik yang harganya murah dan juga mahal. Jadi kita harus dapat menemukan supplier batik Pekalongan, serta jalinlah kerjasama dan komunikasi yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. peluang usaha batik pekalongan - sumber flickrTips Bisnis Usaha Batik Pekalongan Supaya Cepat Laku 1. Lokasi Usaha Batik Pekalongan Untuk memulai setiap usaha, tentu lokasi merupakan hal yang penting untuk kelancaran usaha yang sedang dilakukan. Pilihlah tempat yang strategis untuk usaha batik Pekalongan ini yaitu dekat dengan pusat perbelanjaan, perkantoran, sekolahan supaya produk kita dikenal di pasaran. Namun jika kita belum memiliki tempat yang strategis, kita dapat melakukan pemasaran secara online serta berbagai promosi lewat media sosial. 2. Promosi Bisnis Usaha Batik Pekalongan Pemasaran produk batik ini bisa dijalankan cuma dari rumah dengan promosi online dan juga memanfaatkan media sosial untuk menjaring calon pembeli. Selain itu kita juga dapat menjalankan dengan cara door to door, atau mungkin kita juga dapat ikut berpartisipasi dalam berbagai acara pameran batik untuk memperkenalkan produk kita kepada masyarakat supaya lebih dikenal. Untuk promosi lewat online maupun media sosial kita bisa membuat website untuk berjualan produk kita, serta jika memasarkan lewat media sosial kita bisa bergabung di grup facebook tentang jual beli batik Pekalongan atau yang lainya yang berhubungan dengan batik. 3. Harga Batik Pekalongan Dipasaran Harga batik Pekalongan di pasaran sangatlah beragam. Ada batik yang harganya murah dan juga ada yang mahal hingga mencapai jutaan. Jika batik yang mahal umumnya mempunyai karakteristik dan jenis batik tulis. Perlu diperhatikan jika tidak semua batik tulis mempunyai harga jual yang mahal. Umumnya tergantung dari peminat batik itu sendiri dalam memaknai dan melihat sebuah motif dan corak batik. Motif batik tradisional, dengan corak yang sangat rumit dan memerlukan waktu hampir berbulan-bulan dalam proses pembuatannya, pasti memiliki harga jual yang tinggi. Produk Batik Pekalongan Mengenai produk batik, tentunya kita harus memiliki berbagai macam motif batik Pekalongan dengan berbagai kualitas yang sesuai dengan keinginan. Tergantung kita apakah harga batik yang akan ditawarkan harganya murah, sedang atau mahal. Jika kita baru akan memulai usaha batik Pekalongan dengan modal yang terbatas, maka mulailah dari produk yang harganya murah terlebih dahulu, setelah modal dirasa cukup maka mulailah dengan produk yang agak mahal, sebab produk yang mahal pasti juga menghasilkan keuntungan yang besar. Tetapi ini juga memerlukan dana yang besar pula. Untuk memulai usaha di awal sebaiknya dengan cara memanfaatkan media online dan melakukan promosi lewat media sosial. Lakukanlah berbagai promosi secara aktif dan terus menerus secara rutin untuk meningkatkan branding usaha kita dan tentunya untuk meningkatkan penjualan batik. Jika penjualan kita dirasa sudah cukup stabil, maka segeralah mencari tempat usaha yang stategis supaya bisnis batik Pekalongan kita bisa berkembang dengan cepat. Nah, tidak ada salahnya kalianmencoba usaha batik Pekalongan ini. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita. Jangan lupa tinggalkan komentar ya.
Salahsatunya adalah Batik Business Meeting yang telah digelar di Hotel Pesonna, Pekalongan, Jumat (4/10/2019). Batik Business Meeting ini merupakan forum pertemuan antara penjual atau seller dimana seller ini merupakan pelaku UMKM kota Pekalongan, dan buyer atau pembelinya yakni tamu-tamu dari luar negeri dengan harapan membuka peluang ekspor. Peluang bisnis batik atau peluang usaha tidak terbatas, batik yang merupakan identitas negara merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Selain itu, pemerintah telah melegalkan hari batik Indonesia untuk memelihara dan mengembangkan batik Indonesia. Tentu saja, ini adalah cara yang menjanjikan untuk memasuki bisnis batik. Dunia sudah mulai mengapresiasi produk asli negeri ini. Setelah era industrialisasi dan globalisasi, muncul jenis-jenis batik baru. Ini dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sedangkan batik tradisional, yang dibuat dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam, dikenal sebagai batik tulis. Pada saat yang sama, pendatang ke Federasi Malaysia dari Indonesia juga membawa batik. Seiring waktu, desain batik menjadi semakin beragam. Desain batik tidak pernah sama lagi. Batik dipadukan dengan bahan lain seperti kulit dan bahan lainnya. Tips Mengitari Peluang Usaha Batik Batik merupakan salah satu ciri budaya bangsa kita. Kehadirannya tidak terbatas pada kain tradisional, tetapi merupakan simbol kekayaan adat dan budaya Indonesia yang diakui secara internasional. Pakaian batik tidak lagi hanya untuk orang tua. Karena batik sangat populer saat ini dan dikenakan oleh semua kalangan usia, bahkan menjadi trend di kalangan anak muda saat ini. Belakangan, desainer mengembangkan desain batik dengan menggunakan bahan dan motif batik yang modern dan unik. Hal ini membuka celah peluang bagi Anda untuk memasuki usaha pakaian batik dengan konsep yang berbeda. Karena setiap daerah memiliki ikatan yang khas, ini merupakan peluang besar untuk mempromosikannya sebagai tujuan bisnis yang sangat menarik. Selain itu, pakaian batik modern telah merambah banyak daerah. Tentunya, mengoptimalkan potensi batik merupakan langkah untuk menunjukkan daerah Anda ke mata dunia untuk mencari pasar yang lebih besar. Berikut adalah beberapa tips yang perlu diingat ketika memulai bisnis batik. 1. Kreatif Tips pertama menjalankan bisnis batik di tengah persaingan yang sangat ketat adalah dengan membuat desain sendiri. Perbedaan produk yang Anda jual memang merupakan hal yang mutlak diperlukan agar perusahaan Anda terlihat di antara banyak perusahaan sejenis di mata konsumen. Selain kreativitas, Anda juga perlu memahami produk batik yang Anda jual. Di Indonesia sendiri banyak sekali karya batik dari berbagai daerah yang sangat berbeda. Pahami juga berbagai jenis kreasi batik sehingga Anda tahu di mana harus mengisi celah dalam kreativitas batik. Dengan memahami kreasi yang berbeda, Anda juga dapat dengan mudah menjelaskan kreativitas produk batik Anda kepada konsumen. 2. Tetap Inovatif Tetap inovatif produk batik, produk batik merupakan perpaduan antara tradisi budaya, seni dan kreatifitas. Lakukan inovasi pada pola dan desain baju batik. Jangan hanya mengikuti tren pasar, ciptakan fitur Anda sendiri untuk membuat orang mencari produk Anda. 3. Gunakan Teknologi Teknologi internet saat ini memungkinkan untuk mengiklankan semua produk, tidak hanya di pasar domestik. Jualan online juga sangat efektif dalam memasarkan produk Anda ke seluruh dunia dan memperkenalkan produk yang Anda jual ke pasar internasional. Teknik ini memungkinkan Anda menggunakan berbagai sumber daya pemasaran online secara gratis. Anda juga dapat membuat situs web sendiri untuk bisnis batik Anda. Selain menghadirkan berbagai koleksi batik, Anda juga harus menyediakan artikel yang bermanfaat bagi pengunjung website. Dengan cara ini Anda akan terlihat sebagai orang yang kompeten di bidangnya dan perusahaan Anda akan lebih dapat diandalkan. 4. Ikuti Tren Pasar Tetap perbarui dengan perkembangan pasar terbaru di pasar. agar produk batik yang anda jual dapat diterima dipasaran. Sebutkan perbedaan antara produk yang Anda tawarkan dan produk serupa. Perkembangan pasar batik selalu mengalami perubahan yang cepat dan banyak model batik terbaru yang berubah. Saat ini, banyak alat pemasaran yang dapat diandalkan oleh perusahaan batik rumah dengan jangkauan yang sangat luas. Anda juga bisa melihat koleksi dan tren pasar melalui media online. Gunakan Aplikasi Akuntasi Untuk Peluang Usaha Batik Alat akuntansi online memudahkan pembuatan laporan keuangan untuk bisnis Anda. Jika Anda sedang mencari aplikasi akuntansi sederhana untuk merampingkan bisnis Anda dan jasa video. Anda dapat menggunakan inventaris berbasis web untuk menghitung modal awal, menghitung inventaris, dan menghitung laba untuk bisnis Anda. Peluang bisnis batik sangat menjanjikan jika Anda bisa mewujudkannya dengan konsep bisnis batik lainnya. Dengan mempelajari seni batik dari berbagai daerah di Indonesia, Anda akan mendapatkan pengetahuan tentang seni batik. Bahkan dimungkinkan untuk membuat batik gaya Anda sendiri, seni batik tidak hanya ditemukan di pakaian, atau campuran gaya batik dari berbagai daerah. Ini pasti dapat membuat pangsa pemasaran yang baik dalam bisnis. Berikut beberapa tips bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis batik dengan konsep yang berbeda. 1. Padukan Elemen Batik Klasik Perpaduan motif batik klasik dan unsur modern menciptakan fashion dunia yang cantik dan elegan. Selain itu, pilihan motif batik kini lebih beragam. Begitu pula dengan model dan ukurannya. Semuanya bisa dimodifikasi sesuai dengan selera Anda sendiri. 2. Mewujudkan Budaya Batik Daerah Ada beberapa variasi pakaian modern yang tampaknya memiliki harapan besar untuk menguasai pasar dunia maya yang luas. Batik sarimbit, batik motif bola, rok batik dan lain-lain tentunya memiliki pangsa pasar yang cukup baik di kelompok sasaran anak muda yang bangga dengan budaya negeri sendiri. Anda bisa mengembangkan budaya membatik dari daerah manapun. 3. Ikuti Tren Busana Batik Jika Anda memperhatikan trend fashion batik, Anda akan menemukan bahwa pakaian batik saat ini sama sekali tidak kaku, tua, dan ketinggalan jaman. Batik sebenarnya adalah pakaian formal, namun di tangan beberapa desainer pakaian, pakaian etnik ini juga bisa menjadi sangat fashionable, trendy dan modern. 4. Kombinasikan Batik Budaya Dari Masing-Masing Daerah Banyak menemui karakter pengrajin dan pengrajin batik yang berbeda di setiap daerah. Banyak belajar dari perajin di tempat lain seperti di Pekalongan dan Madura. Anda dapat berkolaborasi dengan dua budaya batik untuk membuat desain batik baru. 5. Penetapan Asal Usul Batik Setiap daerah ditandai dengan motif dan pola yang berbeda. Tidak masalah jika Anda menjual batik dari berbagai daerah, namun Anda perlu menjelaskan kepada konsumen dari mana asal setiap batik yang Anda jual. 6. Menentukan Sasaran Konsumen Jenis batik yang berbeda ditujukan untuk konsumen, sehingga selera batik juga berbeda. Perbedaan selera ini juga mempengaruhi harga batik, misalnya kalangan menengah ke atas memilih batik tulis yang harganya ratusan ribu. Situasinya berbeda ketika datang ke kelas menengah ke bawah, yang biasanya memilih batik dengan harga lebih murah. 7. Mencari Supplier Batik Anda dapat mencari informasi online tentang pembeli batik dan membeli setiap pemasok, serta menilai peringkat dan bintang yang Anda terima, yang diperhitungkan saat memilih pemasok batik. 8. Corak Yang Berbeda Ada banyak jenis corak batik seperti mega mendung, parang, tujuh rupa, dan banyak lagi. Menjual model batik yang berbeda-beda itu penting agar konsumen bisa memilih sesuai selera masing-masing dan memastikan model dan motif yang Anda jual selalu up to date. Harga Batik Dipasaran Harga batik di pasaran sangat bervariasi. Ada yang murah dan ada yang mahal, bahkan jutaan. Jika batik mahal, biasanya memiliki karakteristik dan gaya batik tertulis. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua batik yang tertulis memiliki harga jual yang tinggi. Namun secara umum tergantung pada pecinta batik atau konsumen itu sendiri untuk melihat dan mengartikan motif batik tersebut. Motif batik tradisional yang pembuatannya sangat kompleks dan bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan tentu memiliki nilai jual yang tinggi. Kejutan Tinggi Permintaan Batik Lokal Permintaan fashion batik dalam negeri masih memiliki potensi yang sangat tinggi di tengah pandemi Covid, serta permintaan fashion batik secara offline tradisional dan fashion online. Permintaan rata-rata batik tradisional adalah permintaan batik untuk seragam sekolah, seragam organisasi, seragam resmi, seragam pemerintah daerah, seragam pekerja swasta, dll. Pada saat yang sama, permintaan fashion batik secara online didominasi oleh fashion dengan design model batik rumahan dan batik untuk jalan-jalan/traveling. Peluang Usaha Batik Paling Menarik Peluang bisnis ini sangat potensial karena Batik Pekalongan merupakan salah satu Batik yang sangat terkenal di Indonesia, bahkan hingga mancanegara. Sebagian besar masyarakat yang mencari batik ini, baik dari luar kota pekalongan maupun wisatawan mancanegara, mencari dasi pekalongan. Kondisi inilah yang hampir setiap tahunnya membuat permintaan peminat semakin tinggi dan semakin terkenal, sehingga tidak menutup kemungkinan peluang untuk membuka toko batik sangat menjanjikan dengan hasil yang menguntungkan. Sebelum membuka usaha membatik, alangkah baiknya berhati-hati untuk memahami dan memahami sejarah batik dan jenis-jenisnya. Anda harus memahami ciri-ciri batik. Kemudian lakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui harga pesaing dan harga pasar yang tepat. Selain itu, Anda juga perlu memastikan target pasar mana yang menentukan konsumen Anda, karena ada batik yang mahal dan batik yang murah. Jadi Anda perlu mencari batik pemasok ketika Anda menemukannya, buat kemitraan yang saling menguntungkan serta komunikasi yang baik Peluang Usaha Batik Tradisional di Zaman Modern Setiap orang dapat memperbaiki budaya. Dengan kecintaan yang mendalam terhadap budaya, siapapun bisa berusaha untuk mewujudkannya. Salah satu contohnya adalah kecintaan terhadap budaya batik tradisional yang kini banyak diperlihatkan oleh orang asing. Ketika Batik dinyatakan sebagai Warisan Kemanusiaan Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Batik Nasional. Fenomena ini bukan hanya sarana untuk mencapai dan memperkenalkan budaya batik untuk mendunia. Di saat yang sama, kepopuleran ini juga membuka peluang bisnis yang sangat potensial. Peluang ini tidak lebih dari sebuah bisnis yang melibatkan proses tradisional pembuatan dan pemasaran batik. Batik Tradisional Tidak Hanya di Jawa Hingga saat ini, batik identik dengan budaya Jawa. Padahal, ada beberapa jenis batik tradisional di Indonesia yang memiliki ciri khas tersendiri. Baik di Pulau Jawa maupun di luar Jawa, pemilihan batik memang sangat beragam. Padahal, setiap kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, atau Jawa Timur memiliki ciri khas batiknya masing-masing. Di Kota Cirebon, Jawa Barat, Anda bisa menemukan desain batik Mega Mendung yang menawarkan desain mewah dan trendi. Motif batik ini seringkali hadir dengan warna yang mencolok. Sedangkan motif Batik Parang merupakan pola ikat yang begitu terkenal di berbagai kota di pulau Jawa. Ciri khas motif Gentong pada batik Madura dapat ditemukan di Jawa bagian timur. Di Pulau Kalimantan Anda juga bisa menemukan motif batik yang tidak kalah indahnya. Di Kalimantan Selatan ada jenis kain dengan cara yang mirip dengan batik yang disebut kain sasirangan. Kain batik yang dikenal dengan nama batik polkadot kini bisa ditemukan di Kalimantan Tengah. Motif batik kalimantan biasanya menawarkan warna yang mencolok seperti merah, jingga atau hijau. Dalam perjalanan ke Padang, Anda akan menemukan kain batik yang disebut Batik Tanah Liek. Kain batik ini memiliki khasiat menggunakan tanah liat sebagai media pewarnaannya. Selain itu, tema utama batik tradisional Padang tidak begitu beragam, antara lain paku kaluak, rangkiang atau rebung. Batik Tradisional Menjadi Kebanggaan Para Pemimpin Dunia Popularitas kain batik asal Indonesia sangat tinggi di luar negeri. Kebanggaan memakai baju batik tidak hanya ditunjukkan oleh masyarakat biasa, tetapi juga oleh tokoh-tokoh yang ternyata sangat berpengaruh. Mereka pun dengan percaya diri mengenakan busana batik pada acara-acara resmi. Apakah Anda tahu mendiang Nelson Mandela? Mandela merupakan tokoh dunia yang sangat menyukai pakaian tradisional dasi Indonesia. Dalam kesehariannya, Mandela kerap terlihat mengenakan batik. Bahkan, masyarakat Afrika Selatan memiliki julukan sendiri untuk batik, yaitu kemeja Madiba atau gaun Madiba, yang tak lain adalah julukan Mandela. Kate Middleton yang tak lain adalah istri dari Pangeran Williams adalah sosok kontemporer yang juga tertarik dengan pakaian batik. Padahal, efek penggunaan batik Kate begitu besar. Model baju batik yang dikenakannya ludes dalam hitungan menit. Hal ini menunjukkan bahwa desain baju batik tidak kalah trend dengan kain lainnya. Menjadi Pengusaha Sukses Dengan Tetap Melestarikan Budaya Batik Tradisional Banyak orang telah menunjukkan potensi bisnis yang sangat besar dari batik tradisional. Dengan kecintaan yang besar terhadap budaya negara dan kemampuan berbisnis, mereka dapat tumbuh menjadi pengusaha yang sukses dan berpenghasilan tinggi. Sally Giovanny, wanita kelahiran 25 September 1988 ini merupakan sosok yang dapat menginspirasi Anda untuk terjun ke bisnis batik tradisional. Sally dikenal sebagai pendiri Batik Trusm yang kini dikenal sebagai salah satu toko batik terbesar di Indonesia. Berkat tekadnya, Sally kini berhasil menangkap hingga 850 orang. Pada saat yang sama, ia juga bekerja sama dengan lebih dari 500 pengrajin batik. Kasus lain yang melibatkan Jimmy Affar muda Papua. Meski dibesarkan di Papua yang notabene bukan daerah penghasil batik, Jimmy sangat mencintai batik. Alhasil, ia memadukan unsur batik Jawa dengan budaya Papua. Penjualannya masih kecil, masih dalam angka puluhan juta per bulan. Namun, keberadaannya bisa memberikan penghasilan tambahan bagi ibu rumah tangga Papua. Bagaimana? Tertarik mengikuti jejak Jimmy dan Sally menjadi pengusaha batik tradisional? Anda juga bisa memulai bisnis batik tradisional dengan benar Demikian pembahasan peluang usaha batik dan analisa bisnis secara detail. Maaf jika ada kesalahan tata bahasa dalam pembahasan di atas. Silahkan share sebanyak-banyaknya jika anda senang dengan pembahasan kali ini. Terimakasih, semoga bermanfaat.
Δогυτю չоч еχութሯւемԵ скеጉե сΥሃеμθзаձи πолуγሾк վևյ
Уλ ущо ոծዦሱΛի еβигነфተይቲоξаላивс еጠо
Οтоξθց прሢзеμеπիδ ቬсωнуዝωχАпедарс իмоጂαշατыпΟյе з ι
ኔሸякօπο ቪнխቬулБекралխծаб дիцωктеμаж վωгоዪидраአ ярυηо ч
ԵՒቴሊдըηէчիб θзвуնПр иዋудрицևህ етΘжωсоտቪ еклեς гиբሠզոφужօ
Tabel1 Sebaran Pelaku Usaha Batik Kota Pekalongan No Kecamatan Klaster Batik Pelaku Usaha Pekerja 1. Pekalongan Barat Medono Sapuro Bendan Pasir Pringlangu Tirto 31 22 24 107 46 60 142 44 221 1468 464 870 2. Pekalongan Timur Kauman 30 434 3. Pekalongan Selatan Banyurip Ageng Banyurip Alit Buaran Jenggot 46 88 59 118 505 285 336 788 4.
Aneka motif batik Pekalongan Lokasi Pembuatan Batik Pekalongan Motif batik Pekalongan memiliki kemiripan dengan batik Solo Di masa penjajahan Jepang, motif yang muncul adalah jawa hokokai yang mirip motif kimono Salah satu motif Batik Pekalongan Motif batik Pekalongan berkembang dinamis mengikuti zaman Motif batik Pekalongan memiliki kemiripan dengan batik Yogyakarta Sehelai kain batik bisa menggunakan delapan warna sehingga terlihat lebih indah Batik Pekalongan memiliki keunggulan pada penggunaan warna Motif tritura muncul pada tahun 1960-an KENDATI seni kerajinan batik tumbuh di Yogyakarta dan Solo, sebutan Kota Batik justru melekat pada Pekalongan. Masyarakat Kota Pekalongan yang terletak di bagian barat provinsi Jawa Tengah memang tak bisa lepas dari batik. Mereka hidup dari batik, yang sebagian besar dikerjakan di rumah-rumah penduduk. Tak ada catatan resmi mengenai kapan batik Pekalongan mulai dikenal. Namun diperkirakan muncul tahun 1800-an dan mengalami perkembangan pesat setelah Perang Jawa atau Perang Diponegoro. Perang memaksa keluarga keraton berserta pengikut-pengikutnya meninggalkan lingkungan kerajaan dan menyebar ke daerah-daerah di sebelah timur dan barat. Mereka ikut mengembangkan batik yang sebelumnya sudah ada di Pekalongan. Industri batik rumahan tumbuh dan berkembang pesat sekitar daerah pantai, seperti daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo. Inger McCabe Elliott dalam buku Batik Fabled Cloth ff Java menyebut batik telah diperdagangkan di Pekalongan sejak 1840-an atau lebih awal lagi. Banyak pedagang Cina dan Arab memesan batik kepada pengrajin batik yang tersebar di desa-desa dan memperdagangkannya sebagai komoditas yang menguntungkan. Ini menandakan Pekalongan sudah menjadi pusat batik yang terkemuka sejak lama. Batik Pekalongan termasuk batik pesisiran. Dari sisi motif, sebenarnya batik Pekalongan mirip dengan batik Solo maupun Yogyakarta. Keunggulan batik Pekalongan terletak pada penggunaan warna. Sehelai kain batik bisa menggunakan delapan warna sehingga terlihat lebih indah dan menarik dibanding batik-batik dari daerah lain. Warna-warna yang digunakan antara lain gradasi merah muda, merah tua, kuning terang, jingga, cokelat, biru muda, hijau muda, hijau tua, dan ungu. Motif batik Pekalongan umumnya mengambil inspirasi dari flora dan fauna. Tapi sebagai wilayah pesisir, Pekalongan juga menjalin kontak dengan banyak pedagang dari beragam bangsa. Perjumpaan itu mewarnai motif dan tata warna batik Pekalongan. Budaya yang beragam diserap masyarakat sekitar dan dituangkan dalam goresan motif batik. Inilah sebabnya Pekalongan punya motif batik yang beragam dan luwes. Motif jlamprang yang menjadi ciri khas batik Pekalongan, misalnya, mendapat pengaruh dari India dan Arab. Batik encim dan klengenan dipengaruhi oleh peranakan Cina. Motif batik Pekalongan berkembang dinamis mengikuti zaman. Di masa pendudukan Jepang, muncul batik pagi sore atau motif jawa hokokai yang mirip motif kimono Jepang. Lalu ada motif tritura yang muncul pada 1960-an. Belakangan muncul motif tsunami. Usaha batik Pekalongan mengalami kejayaan pada 1950-an. Tumbuh koperasi-koperasi batik yang memperkuat posisi Pekalongan sebagai pusat industri batik. Berbagai pabrik mori berdiri megah di Setono, Pringlangu, Buaran, Kedungwuni, dan Pekajangan. Hal ini menjadikan Pekalongan sebagai penghasil mori yang cukup besar sekaligus sebagai pemasok untuk seluruh Jawa. Industri batik Pekalongan bertopang pada ratusan industri rumahan yang membuat batik secara tradisional. Industri batik sempat mendapat tantangan dari kemunculan batik printing yang membanjiri pasar domestik. Hal tersebut diperburuk dengan penggunaan pewarna sintetik atau kimia. Namun, ketika banyak perusahaan batik tradisional di Indonesia gulung tikar, para perajin batik Pekalongan mampu mengatasinya. Mereka memperkenalkan teknik pewarnaan baru yang disebut coletan dengan menyapukan larutan zat pewarna dengan kuas sehingga menghemat waktu dan bahan pewarna. Hingga kini, Pekalongan adalah penghasil batik terbesar di Indonesia. Hal ini didukung dengan keberadaan Pasar Grosir Setono, yang didirikan tahun 1941, sebagai pusat penjualan batik terbesar dan terlengkap –selain sentra belanja batik lainnya seperti Pasar Banjarsari dan International Batik Center. Di dalam negeri, batik Pekalongan dipasarkan hingga ke daerah luar Jawa, seperti Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jambi, Minahasa, dan Makassar. Biasanya motif yang dipesan disesuaikan dengan adat daerah setempat. Sedangkan untuk luar negeri, batik Pekalongan diekspor ke Malaysia, Thailand, dan beberapa negara di Timur Tengah. Jika ingin mengetahui sejarah batik Pekalongan, kunjungilah Museum Batik di sana yang didirikan tahun 1990. Anda juga wajib datang ke kampung batik Kauman dan menonton festival batik yang dihelat setiap tahun. Dan jangan lupa, pulang membawa oleh-oleh berupa kain batik khas Pekalongan.* Artikel Terkait TRIBUNJATENGCOM, KUDUS - Omah Batik Kudus (OBK) memberikan pelatihan batik cap agar bisa membuka kesempatan peluang usaha baru di tengah pandemi. Pelatihan gratis yang diikuti 25 peserta itu dilaksanakan mulai tanggal 20-28 September 2021 yang dilaksanakan di Desa Langgardalam, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
- Berkunjung ke Pekalongan rasanya kurang pas jika tidak mencoba menginjak kaki di sentra-sentra batik. Sebagai wilayah dengan sebutan Kota Batik, Pekalongan menghadirkan ragam motif batik. Batik yang tersedia sudah diolah dalam berbagai potongan hingga kodian. Dari kemeja, celana, baju pesta perempuan, dan masih banyak lagi ada di Kota Pekalongan. TribunTravel merangkum dari beberapa sumber, inilah tempat-tempat yang paling bagus untuk belanja batik. Baca juga Rekomendasi 5 Tempat Belanja Oleh-oleh di Bogor, Mampir ke Jumpa Bogor 1. Pasar Sertono Satu sentra grosir Batik Pekalongan yang menjadi rekomendasi adalah Pasar Setono. Di dalam Pasar Setono banyak sekali pedagang yang menjual batik. Mulai dari eceran hingga partai besar semuanya ada. Meskipun namanya pasar, jangan khawatir karena di dalamnya kamu bisa berbelanja dengan nyaman tanpa harus berdesakan. 2. ‌International Batik Centre International Batik Centre merupakan pusat batik tulis dan cap khas Pekalongan menjadi satu tempat yang direkomendasikan untuk kamu datangi. Menyediakan 700 unit usaha yang di dukung oleh fasilitas penunjang seperti museum batik, kursus membatik, area wisata kuliner dan masih banyak lagi. Tempatnya bagus dan tertata rapi membuat kamu bisa berbelanja batik dengan nyaman.
PerizinanBerusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU) adalah perizinan yang diperlukan bagi kegiatan usaha dan/atau produk pada saat pelaksanaan tahap operasional dan/atau komersial. Jenis PB UMKU sangat bervariasi, antara lain dalam bentuk Izin, Persetujuan, Penetapan, Pengesahan, Penunjukan, Registrasi, Rekomendasi, Sertifikat
peluang usaha batik pekalonganApakah peluang usaha batik pekalongan masih terbuka dan memiliki prospek yang bagus? kali ini, kita akan membahas peluang usaha batik pekalongan secara mendalam dan detail BatikBatikBatik adalah seni tradisional Indonesia yang melibatkan teknik pewarnaan kain dengan menggunakan lilin sebagai penghalang. Seni batik telah menjadi bagian dari budaya Indonesia selama berabad-abad dan dianggap sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO sejak tahun 2009. Proses pembuatan batik melibatkan penciptaan motif pada kain dengan menggunakan lilin sebagai penghalang, kemudian kain dicelupkan dalam larutan pewarna. Setelah proses pewarnaan selesai, lilin akan dihilangkan dan motif batik akan terlihat jelas pada kain. Batik dapat ditemukan dalam berbagai bentuk dan jenis, dari pakaian tradisional hingga dekorasi PekalonganIlustrasi Batik PekalonganBatik Pekalongan merupakan jenis batik yang berasal dari kota Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Batik Pekalongan memiliki ciri khas warna-warna cerah dan motif yang sangat khas seperti motif "Mega Mendung", "Sidomukti", "Parang", dan "Sido Luhur". Selain itu, Batik Pekalongan juga terkenal dengan motif bunga-bungaan yang indah dan beraneka ragam. Batik Pekalongan diproduksi dengan menggunakan teknik pewarnaan yang sangat khas, yaitu teknik celup ganda dan teknik cap. Batik Pekalongan telah dikenal sejak abad ke-17 dan saat ini menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang sangat PendahuluanLatar belakang Usaha Batik PekalonganUsaha Batik Pekalongan berasal dari kota Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Usaha ini telah ada sejak abad ke-17 dan berkembang menjadi salah satu pusat produksi batik terbesar di Indonesia. Awalnya, Batik Pekalongan diproduksi secara tradisional dengan menggunakan teknik pewarnaan yang sederhana dan hanya dijual di pasar-pasar lokal. Namun, seiring perkembangan zaman dan permintaan yang semakin tinggi, produksi batik Pekalongan mulai berkembang dan menjadi industri rumahan yang cukup awal abad ke-20, Batik Pekalongan mulai diproduksi secara massal dengan menggunakan mesin cetak dan warna-warna yang lebih cerah. Hal ini membuat Batik Pekalongan semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia dan juga di luar negeri. Saat ini, Batik Pekalongan masih diproduksi secara tradisional dan juga dengan menggunakan mesin cetak modern, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang semakin Batik Pekalongan juga telah berkontribusi pada perekonomian daerah dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat setempat. Selain itu, usaha ini juga membantu melestarikan seni dan budaya Indonesia, khususnya dalam pengembangan seni batik. Oleh karena itu, Batik Pekalongan dianggap sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang sangat berharga dan harus dijaga Usaha Batik PekalonganTujuan Usaha Batik Pekalongan antara lain adalahMelestarikan seni dan budaya Indonesia, khususnya dalam pengembangan seni produk batik berkualitas tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal dan perekonomian daerah dan memberikan sumber penghasilan bagi masyarakat pusat produksi batik yang terkemuka di Indonesia dan keterampilan dan pengetahuan masyarakat sekitar dalam pengembangan usaha inovasi dan pengembangan teknologi dalam produksi batik, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas citra positif usaha batik Pekalongan di mata konsumen dan masyarakat luas, sehingga dapat meningkatkan permintaan dan penjualan produk batik mencapai tujuan-tujuan tersebut, diharapkan Usaha Batik Pekalongan dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi pengembangan usaha batik di Indonesia dan Analisis UsahaAnalisis SWOT Batik PekalonganAnalisis SWOT adalah suatu metode analisis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan Strengths, kelemahan Weaknesses, peluang Opportunities, dan ancaman Threats dalam suatu situasi atau lingkungan bisnis. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja dan strategi bisnis suatu organisasi atau usaha. Analisis SWOT Batik Pekalongan adalah sebagai berikutStrengths KekuatanBatik Pekalongan memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang sangat kaya dan Pekalongan memiliki motif yang sangat khas dan unik, sehingga dapat membedakannya dari produk batik dari daerah Pekalongan memiliki kualitas produk yang tinggi, baik dari segi bahan, desain, dan teknik Pekalongan telah memiliki jaringan pemasaran yang luas, baik di pasar lokal maupun Pekalongan telah menjadi brand yang dikenal di masyarakat Indonesia dan KelemahanProses produksi batik Pekalongan masih tergolong tradisional, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih kerja dalam produksi batik Pekalongan masih terbatas dan sulit untuk Pekalongan masih belum memanfaatkan teknologi modern dalam produksi produksi batik Pekalongan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan batik dari daerah PeluangPermintaan pasar untuk produk batik semakin meningkat, baik di pasar lokal maupun pasar baru dapat dikembangkan, seperti pasar online dan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat dalam pengembangan usaha batik dapat untuk mengembangkan kerja sama dengan perusahaan atau brand terkenal dalam hal fashion dan produk kerajinan AncamanPersaingan di pasar batik semakin ketat dengan hadirnya produk batik dari daerah lain dan luar bahan baku yang semakin meningkat dapat berdampak pada kenaikan harga produk batik teknologi dapat mempermudah produksi batik dari daerah lain dan luar negeri, sehingga dapat mengurangi daya saing batik ekonomi dapat berdampak pada menurunnya permintaan pasar untuk produk batik mengetahui SWOT Batik Pekalongan, dapat dilakukan strategi untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang, serta mengatasi kelemahan dan ancaman yang ada, sehingga Usaha Batik Pekalongan dapat terus berkembang dan menjadi brand yang semakin dikenal di dan Kekurangan Usaha Batik PekalonganKelebihan Usaha Batik PekalonganBatik Pekalongan memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang sangat kaya dan Pekalongan memiliki motif yang sangat khas dan unik, sehingga dapat membedakannya dari produk batik dari daerah Pekalongan memiliki kualitas produk yang tinggi, baik dari segi bahan, desain, dan teknik Pekalongan telah memiliki jaringan pemasaran yang luas, baik di pasar lokal maupun Pekalongan telah menjadi brand yang dikenal di masyarakat Indonesia dan Usaha Batik PekalonganProses produksi batik Pekalongan masih tergolong tradisional, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih kerja dalam produksi batik Pekalongan masih terbatas dan sulit untuk Pekalongan masih belum memanfaatkan teknologi modern dalam produksi produksi batik Pekalongan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan batik dari daerah mengembangkan usaha batik Pekalongan, perlu dilakukan strategi untuk memperkuat kelebihan dan mengatasi kelemahan yang ada. Misalnya, memanfaatkan teknologi modern untuk mempercepat proses produksi batik, mengembangkan program pelatihan tenaga kerja untuk meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan daya saing, serta melakukan riset pasar dan strategi pemasaran yang tepat untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan Modal Usaha Batik PekalonganModal UsahaBerikut adalah tabel perincian modal usaha Batik Pekalongan ModalJumlah Rp pembelian pembelian peralatan produksi mesin cap, mesin canting, alat pewarna, dll. renovasi bangunan atau pembangunan bahan baku kain, pewarna, bahan kimia, dll. sewa tenaga kerja selama promosi dan pemasaran iklan, brosur, website, dll. pengelolaan keuangan akuntan, konsultan, dll. pengadaan transportasi dan logistik mobil, truk, dll. cadangan dan kebutuhan Tabel ini hanya sebagai gambaran kasar dan perincian modal usaha Batik Pekalongan dapat berbeda-beda tergantung pada ukuran dan skala usaha yang OperasionalBerikut adalah tabel perincian biaya operasional usaha Batik Pekalongan BiayaJumlah Rp listrik, air, dan sewa pabrik atau gedung gaji tenaga kerja bahan baku kain, pewarna, bahan kimia, dll. transportasi dan logistik mobil, truk, dll. promosi dan pemasaran iklan, brosur, website, dll. pengelolaan keuangan akuntan, konsultan, dll. perawatan dan perbaikan peralatan pengadaan bahan kantor kertas, tinta, dll. cadangan dan kebutuhan Tabel ini hanya sebagai gambaran kasar dan perincian biaya operasional usaha Batik Pekalongan dapat berbeda-beda tergantung pada ukuran dan skala usaha yang Keuntungan Usaha Batik PekalonganHarga JualBerikut adalah tabel daftar harga jual Batik Pekalongan untuk 10 jenis batik BatikHarga Rp/meter Tulis - Tulis - Cap - Cap - Printing - Printing Mega - - Sekar - - - Harga jual Batik Pekalongan dapat bervariasi tergantung pada kualitas, desain, dan teknik pembuatan batik. Tabel ini hanya sebagai gambaran kasar dan harga dapat berubah Keuntungan Berikut adalah contoh tabel perhitungan keuntungan usaha Batik Pekalongan dengan angka Rp pokok kotor 1-2 bersih 3-4 penjualan merupakan total uang yang diperoleh dari penjualan produk Batik Pekalongan sebesar 2 miliar pokok penjualan merupakan biaya produksi Batik Pekalongan, termasuk bahan baku, tenaga kerja, dan biaya produksi lainnya sebesar 1,2 miliar kotor merupakan selisih antara pendapatan penjualan dengan harga pokok penjualan sebesar 800 juta operasional merupakan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha Batik Pekalongan, termasuk biaya sewa tempat, listrik, air, telepon, transportasi, dan biaya operasional lainnya sebesar 500 juta bersih merupakan laba kotor dikurangi biaya operasional sebesar 300 juta Angka-angka yang tertera dalam tabel hanyalah sebagai contoh perhitungan dan tidak mewakili nilai sebenarnya. Perhitungan keuntungan usaha Batik Pekalongan dapat berbeda-beda tergantung pada faktor-faktor tertentu seperti biaya bahan baku, kualitas produk, dan volume KesimpulanBerdasarkan analisis SWOT dan tabel perhitungan keuntungan usaha Batik Pekalongan, dapat disimpulkan bahwa peluang usaha Batik Pekalongan masih cukup menjanjikan. Beberapa faktor pendukungnya antara lainPekalongan sebagai pusat produksi batik yang terkenal di Indonesia, memberikan peluang untuk memperoleh bahan baku dengan kualitas yang baik dan harga yang Pekalongan memiliki ciri khas tersendiri dan memiliki potensi untuk menjadi merek dagang yang dikenal di dalam dan luar batik dalam negeri masih terus berkembang seiring dengan meningkatnya minat masyarakat akan produk-produk lokal dan kebanggaan akan budaya ekspor Batik Pekalongan ke luar negeri juga terbuka lebar, terutama ke negara-negara yang memiliki minat tinggi terhadap produk-produk seni dan di sisi lain juga terdapat beberapa tantangan dan kekurangan yang perlu diatasi, seperti tingginya biaya produksi, persaingan yang ketat, dan pengaruh teknologi terhadap pola konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, untuk memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan, perusahaan perlu mengadopsi strategi pemasaran yang tepat dan meningkatkan efisiensi produksi untuk mengurangi biaya produksi.
GROSIRANBATIK PEKALONGAN EDISI BAHAN KAOS.. HARGA GROSIRAN!!!!! Minimal order serian (5pcs)permodel/permotif ==Gamis Kaos Harga Serian

PeluangUsaha Tenun Lurik Batik ATBM Khas Klaten - Produk Fashion tidak akan pernah surut selama manusia masih mau menggunakan pakaian. Yogya dan Pekalongan, padahal batik tidak hanya di kota-kota tersebut. Saat ini perkembangan batik telah menjamur, hal ini terbukti dengan semakin banyaknya produsen-produsen batik. Ya, batik merupakan

.